Gaya Hidup Modern dan Risiko Demensia yang Mengintai

  • 25 Mar 2026 10:40 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Demensia atau yang lebih dikenal dengan istilah pikun merupakan sekelompok gejala yang berkaitan dengan penurunan fungsi otak, terutama dalam hal daya ingat, kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan pengambilan keputusan. Kondisi ini umumnya terjadi pada kelompok usia lanjut, khususnya di atas 65 tahun, sehingga sering dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses penuaan. Namun, para ahli menegaskan bahwa demensia bukanlah proses penuaan normal, melainkan kondisi medis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebiasaan hidup sehari-hari.

Sejumlah informasi yang dikutip dari laman polri.go.id menyebutkan bahwa demensia merupakan kumpulan gejala yang dapat berkembang secara bertahap dan memburuk seiring waktu. Gejala yang paling umum meliputi gangguan ingatan, kebingungan, perubahan perilaku, hingga kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam perkembangannya, penyakit Alzheimer menjadi penyebab paling umum dari demensia progresif pada lansia, disusul oleh demensia vaskular yang terjadi akibat gangguan pada pembuluh darah di otak. Alzheimer sendiri terjadi karena adanya penumpukan protein abnormal yang mengganggu kerja sel saraf di otak.

Namun demikian, risiko demensia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia dan genetik, melainkan juga oleh kebiasaan hidup yang kurang sehat. Beberapa kebiasaan sehari-hari diketahui dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi otak di kemudian hari. Salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik. Olahraga teratur diketahui dapat menurunkan risiko demensia hingga sekitar 28 persen. Aktivitas fisik membantu menjaga aliran darah ke otak serta mendukung kesehatan sel saraf.

Selain itu, pola tidur yang buruk juga menjadi faktor risiko penting. Kurang tidur dalam jangka panjang, misalnya tidur kurang dari lima jam per malam, dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan fungsi kognitif. Tidur yang cukup, yakni sekitar enam hingga delapan jam per malam, berperan penting dalam proses pemulihan dan konsolidasi memori otak.

Kebiasaan begadang dan tidak memiliki pola tidur teratur juga dapat berdampak pada daya ingat, konsentrasi, serta kestabilan emosi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif.

Selain tidur dan aktivitas fisik, pola makan juga memiliki peran besar terhadap kesehatan otak. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, serta makanan olahan seperti burger, kentang goreng, keripik, dan minuman bersoda dapat memicu peradangan serta stres oksidatif di dalam tubuh, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan risiko demensia.

Kebiasaan lain yang turut memengaruhi kesehatan otak adalah konsumsi alkohol berlebihan dan merokok. Kedua kebiasaan ini diketahui dapat merusak sel-sel otak serta mengganggu fungsi pembuluh darah yang memasok oksigen ke otak.

Tidak hanya itu, faktor sosial juga memiliki peran penting. Rasa kesepian dan kurangnya interaksi sosial dapat meningkatkan risiko gangguan kognitif. Aktivitas sosial yang aktif membantu otak tetap terstimulasi dan menjaga fungsi memori tetap optimal.

Beberapa kebiasaan modern juga disebut dapat berdampak pada kesehatan otak jika dilakukan secara berlebihan, seperti penggunaan earphone dengan volume tinggi dalam waktu lama, serta kebiasaan duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik. Kedua hal ini berpotensi memengaruhi fungsi kognitif dan kesehatan tubuh secara umum.

Dengan berbagai temuan tersebut, para ahli menekankan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat sejak dini. Aktivitas fisik rutin, pola makan seimbang, tidur cukup, serta menjaga hubungan sosial yang baik menjadi langkah-langkah penting untuk menurunkan risiko demensia di masa tua.

Demensia memang belum dapat sepenuhnya dicegah, namun risiko dan perkembangannya dapat diperlambat melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan teratur. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko ini, diharapkan angka kejadian demensia dapat ditekan, serta kualitas hidup lansia tetap terjaga di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....