GTM vs Gangguan Oral Motor pada Anak: Ini Perbedaan dan Cara Penanganannya
- 25 Mar 2026 08:02 WIB
- Manado
Poin Utama
- GTM adalah perilaku anak yang menolak makan, sedangkan gangguan oral motor merupakan masalah fungsi otot mulut yang memengaruhi kemampuan mengunyah dan menelan.
- Anak GTM masih mau makan makanan tertentu, berat badan cenderung stabil, dan tidak tersedak. Sementara gangguan oral motor ditandai kesulitan makan secara konsisten, berat badan stagnan, dan sering tersedak.
- GTM dapat diatasi dengan pola makan yang menyenangkan tanpa paksaan, sedangkan gangguan oral motor memerlukan penanganan profesional seperti terapi wicara atau terapi oromotor.
RRI.CO.ID, Manado - Gangguan makan pada anak kerap membuat orang tua khawatir. Dua kondisi yang sering ditemui adalah Gerakan Tutup Mulut (GTM) dan gangguan oral motor. Meski terlihat serupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar baik dari penyebab maupun penanganannya.
GTM merupakan perilaku anak yang menolak makan. Kondisi ini ditandai dengan anak menutup mulut, memalingkan wajah, atau melepeh makanan saat disuapi. Artinya, GTM lebih mengarah pada respons atau kebiasaan anak terhadap makanan.
Berbeda dengan itu, gangguan oral motor adalah masalah fungsional pada otot-otot mulut, seperti lidah, bibir, dan rahang. Anak dengan kondisi ini mengalami kesulitan dalam mengunyah, memindahkan makanan di dalam mulut, hingga menelan.
| Baca juga: Pahami Gejala Umum Tubuh Mengalami Dehidrasi |
Terapis wicara, Siti Maimonah, melalui akun tiktoknya Ibuk Siti Sang Terapis Wicara, menjelaskan bahwa anak dengan GTM umumnya masih mau makan, tetapi hanya pada jenis makanan tertentu yang dianggap nyaman (comfort food).

“Misalnya saat tumbuh gigi, anak cenderung memilih makanan dingin, seperti mie atau bubur. Ini wajar terjadi. Berat badan anak biasanya tetap stabil atau meningkat, dan yang penting tidak mengalami tersedak,” ujarnya melalui akun TikToknya.
Ia menambahkan, tidak adanya gejala tersedak menunjukkan bahwa kemampuan mengunyah dan menelan anak masih baik, sehingga tidak ada gangguan fungsi pada organ mulut.
Sebaliknya, pada gangguan oral motor, kesulitan makan terjadi secara konsisten. Anak bisa mengalami hambatan mengunyah pada berbagai tekstur makanan, berat badan cenderung tidak naik (stagnan), serta sering tersedak saat makan.
“Jika sering tersedak dan kesulitan mengunyah di berbagai tekstur, itu perlu diwaspadai sebagai gangguan oral motor,” tambahnya.
Secara sederhana, GTM adalah apa yang dilakukan anak, yakni menolak makan. Sementara gangguan oral motor adalah alasan di balik perilaku tersebut, yakni adanya keterbatasan fungsi pada otot mulut.
Penanganan kedua kondisi ini pun berbeda. Pada GTM, orang tua disarankan menciptakan suasana makan yang menyenangkan, mengatur jadwal makan, serta tidak memaksa anak.
Sementara itu, gangguan oral motor memerlukan penanganan profesional, seperti terapi wicara atau terapi oromotor, guna melatih kekuatan dan koordinasi otot mulut serta memberikan stimulasi sensori yang tepat.
Dengan memahami perbedaan keduanya, orang tua diharapkan dapat mengambil langkah penanganan yang tepat demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....