Dokter Anak Tegaskan Jemur Bayi Kuning Hanya Mitos

  • 18 Jul 2026 21:54 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Mitos mengenai menjemur bayi baru lahir untuk mengatasi kondisi bayi kuning ternyata sudah tidak dianjurkan lagi dalam dunia medis. Hal ini ditegaskan oleh Dokter Spesialis Anak Tim Neonatologi RSAB Harapan Kita, Lucia Nauli Simbolon.

Dalam talkshow Keluarga Sehat bersama Kemenkes RI, dr. Lucia yang akrab disapa dr. Luna, menjelaskan bahwa paparan sinar matahari tidak dapat mengubah kadar kuning di bawah kulit bayi. Sebaliknya, dampak perubahan iklim saat ini justru meningkatkan risiko kulit bayi terbakar.

"Sinar matahari tidak bisa mengubah kuning yang di bawah kulit jadi tidak kuning. Yang bisa mengubah adalah blue light atau sinar biru khusus yang ada di rumah sakit dengan jarak yang terukur dan mata bayi yang ditutup," ujar dr. Luna.

Ia menjelaskan bahwa jemur bayi dulu populer hanya karena efek panas matahari membuat bayi haus, sehingga bayi menangis dan minum lebih banyak. Padahal, kunci utama untuk mengeluarkan kadar kuning (bilirubin) pada kondisi normal adalah melalui optimalisasi asupan ASI atau susu formula sesuai indikasi medis, yang nantinya akan dibuang melalui buang air kecil dan besar bayi.

Lebih lanjut, dr. Luna mengingatkan para orang tua untuk waspada jika kadar bilirubin bayi sangat tinggi (di atas 20 mg/dL). Kondisi kuning yang terlambat ditangani dan menjalar hingga ke otak (kernikterus) dapat memicu kejang dan menyebabkan gangguan keterlambatan perkembangan anak di kemudian hari. Orang tua disarankan untuk rutin mengontrol kondisi bayi ke fasilitas kesehatan maksimal 7 hari setelah dilahirkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....