Penyebab Gangguan Pita Suara dan Dampaknya bagi Kesehatan

  • 18 Feb 2026 22:30 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pita suara adalah dua lipatan jaringan otot elastis yang berada di dalam laring (kotak suara) dan berperan penting dalam menghasilkan suara. Saat kita berbicara atau bernyanyi, pita suara bergetar untuk menghasilkan bunyi. Namun, berbagai faktor dapat menyebabkan gangguan pada pita suara sehingga suara menjadi serak, melemah, bahkan hilang sementara. Gangguan ini bisa bersifat ringan hingga serius tergantung penyebabnya.

Dikutip dari laman www.mayoclinic.org Salah satu penyebab paling umum gangguan pita suara adalah penggunaan suara yang berlebihan (vocal overuse). Berteriak, berbicara terlalu lama tanpa istirahat, atau teknik bernyanyi yang salah dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan pada pita suara. Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, penggunaan suara berlebihan dapat memicu kondisi seperti nodul, polip, atau radang pita suara (laringitis)

Dilansir dari laman my.clevelandclinic.org Infeksi saluran pernapasan atas juga menjadi faktor utama. Flu, batuk, atau infeksi virus dapat menyebabkan peradangan pada laring sehingga suara terdengar serak. Kondisi ini biasanya bersifat sementara, namun jika berlangsung lebih dari dua minggu, perlu pemeriksaan lebih lanjut. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa laringitis akut umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan penggunaan suara yang berlebihan.

Selain itu, refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) juga dapat mengiritasi pita suara. Asam lambung yang naik ke tenggorokan dapat menyebabkan peradangan kronis pada laring tanpa disadari penderitanya. Gejalanya tidak selalu berupa nyeri lambung, tetapi bisa berupa suara serak yang berlangsung lama. Informasi dari Johns Hopkins Medicine menyebutkan bahwa refluks laringofaringeal dapat merusak jaringan pita suara jika tidak ditangani dengan baik.

Faktor lain yang dapat menyebabkan gangguan pita suara adalah kebiasaan merokok dan paparan polusi udara. Zat kimia dalam asap rokok dapat mengiritasi dan merusak jaringan pita suara, bahkan meningkatkan risiko kanker laring. Selain itu, stres dan ketegangan emosional juga dapat memengaruhi kualitas suara, karena otot-otot di sekitar laring menjadi tegang.

Gangguan pita suara tidak boleh dianggap sepele, terutama jika berlangsung lama atau disertai gejala seperti nyeri saat menelan, batuk berdarah, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Menjaga kesehatan pita suara dapat dilakukan dengan cukup minum air putih, menghindari rokok, membatasi konsumsi kafein, serta memberi jeda istirahat pada suara setelah digunakan dalam waktu lama.

Dengan memahami penyebab gangguan pita suara, kita dapat lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan sejak dini. Suara adalah aset penting dalam komunikasi sehari-hari, sehingga menjaga kesehatannya merupakan bagian dari menjaga kualitas hidup.

(Stanly Kalumata)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....