Waspada Bahaya Karbon Monoksida saat Tidur di Mobil
- 16 Feb 2026 07:14 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Libur panjang identik dengan perjalanan bagi masyarakat Indonesia, baik karena momen Hari Raya Imlek maupun menjelang bulan Ramadan. Saat melakukan perjalanan jauh, para pengendara mobil sering kali membutuhkan waktu untuk beristirahat. Namun, pilihan beristirahat di dalam mobil tanpa memperhatikan keselamatan bisa membawa risiko serius bagi kesehatan.
Seperti dikutip dari laman resmi polri.go.id tidur di mobil dengan mesin dan AC menyala sangat berbahaya karena risiko keracunan gas karbon monoksida (CO). Gas ini bersifat tidak berbau dan dapat menumpuk di dalam kabin, menimbulkan gejala seperti pusing, lemas, penurunan kesadaran, hingga kematian.
Bahaya Karbon Monoksida
Karbon monoksida merupakan gas beracun yang dihasilkan dari gas buang mesin mobil. Dalam kadar tertentu, gas ini masih relatif aman, tetapi ketika kadarnya meningkat dan oksigen di dalam darah menurun, tubuh bisa keracunan. Gejala awal sering tidak disadari, sehingga korban bisa kehilangan kesadaran sebelum sempat menyadari ada yang salah.
Ketika mobil berjalan, risiko keracunan gas CO jauh lebih kecil karena pengendara dalam kondisi sadar dan langsung merasakan adanya gangguan. Embusan udara dari mobil juga mendorong gas beracun keluar, sehingga tidak masuk ke kabin. Namun, risiko meningkat ketika mobil diparkir di ruang tertutup atau dengan AC menyala dan jendela tertutup rapat.
Kasus tragis akibat keracunan gas ini bukan hal baru. Berita dari berbagai daerah menunjukkan, orang yang tidur di dalam mobil saat istirahat mengemudi justru menjadi korban keracunan, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu, penting bagi para pengendara untuk memahami cara aman beristirahat di mobil selama perjalanan panjang.
Cara Aman Beristirahat di Mobil
- Cari Lokasi Parkir yang Aman
Pengendara yang lelah dan harus tidur sebaiknya menghindari area tertutup seperti basement atau garasi sempit. Sirkulasi udara di tempat tersebut buruk, sehingga gas buang mobil bisa menumpuk. Pilih lokasi parkir yang ramai atau dekat dengan pos penjagaan, mini market, atau rest area yang memiliki pengawasan. Jika udara tidak terlalu panas, mesin dan AC sebaiknya dimatikan, sementara jendela dibuka sedikit untuk menjaga aliran udara. - Tidur dengan AC Mobil Nyala
Jika pengendara tetap ingin menyalakan AC, pastikan membuka jendela sekitar 2 cm di sisi kiri dan kanan untuk membantu sirkulasi udara. Pilih juga opsi sirkulasi udara “Open” agar udara segar masuk ke kabin. Selalu pasang alarm ponsel sebagai pengingat, misalnya selama 30 menit. Alarm ini berguna agar pengendara tidak terlalu lama tertidur dan bisa segera bangun jika merasa mual, pusing, atau sesak napas. Apabila mengalami gejala tersebut, segera buka pintu mobil dan bunyikan klakson untuk meminta bantuan. - Menggunakan Kasur di Dalam Mobil
Penggunaan kasur di dalam mobil hanya disarankan saat mobil berhenti. Saat kendaraan bergerak, semua penumpang wajib duduk di bangku masing-masing dengan menggunakan seatbelt. Segala benda yang tidak terikat akan bergerak seiring kecepatan kendaraan. Misalnya, jika mobil melaju 80 km/jam, penumpang yang tidak memakai sabuk pengaman berisiko terlempar dengan kecepatan yang sama saat terjadi tabrakan. Hal ini sangat berbahaya terutama bagi anak-anak.
Selain itu, pastikan tempat parkir cukup luas agar sirkulasi udara baik. Memilih lokasi dengan petugas keamanan juga dianjurkan untuk mencegah risiko pencurian atau gangguan lainnya.
Tidur di mobil memang bisa terasa praktis dan nyaman, apalagi untuk perjalanan panjang. Namun, keselamatan harus tetap menjadi prioritas. Memahami risiko keracunan gas CO, memilih lokasi parkir yang aman, dan memastikan sirkulasi udara yang baik merupakan langkah penting untuk beristirahat dengan aman. Kesadaran akan hal ini bisa menyelamatkan nyawa, baik bagi pengendara maupun penumpang, sehingga perjalanan libur panjang tetap aman dan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....