Konsumsi Alkohol Berlebihan, Ancaman Serius bagi Kesehatan Masyarakat
- 11 Feb 2026 06:02 WIB
- Manado
RRI.CO.ID,Manado - Konsumsi minuman keras (miras) secara berlebihan terbukti memberikan dampak serius terhadap kesehatan tubuh manusia. Berbagai penelitian dan laporan kesehatan menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis maupun akut, mulai dari gangguan organ vital hingga kematian dini.
Seperti dikutip dari laman resmi polri.go.id konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati (sirosis), penyakit jantung, kanker mulut, tenggorokan, hati, usus, pankreatitis, serta gangguan otak dan sistem saraf. Alkohol diketahui bertindak sebagai zat toksik yang merusak sel-sel tubuh, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan risiko kematian dini.
Sebuah studi terbaru bahkan mengungkap bahwa konsumsi alkohol berisiko meningkatkan kemungkinan terserang lebih dari 60 jenis penyakit. Sejumlah penyakit yang sebelumnya tidak dikaitkan dengan minuman beralkohol kini diketahui memiliki hubungan erat, seperti asam urat, katarak, patah tulang, hingga tukak lambung.
Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat membuat seseorang kesulitan mengendalikan jumlah konsumsi. Hal ini berpotensi menyebabkan konsumsi berlebihan yang membahayakan diri sendiri dan berdampak langsung pada kondisi kesehatan.
Di sisi lain, dalam kadar tertentu dan tidak berlebihan, alkohol disebut memiliki manfaat kesehatan, seperti menurunkan risiko stroke, diabetes, dan penyakit jantung. Namun para ahli menegaskan bahwa manfaat tersebut sangat terbatas dan dapat dengan mudah berubah menjadi risiko serius apabila konsumsi tidak terkontrol.
Selain dikonsumsi sebagai minuman, alkohol juga dimanfaatkan di bidang kesehatan, seperti pada pembuatan sediaan farmasi, antiseptik untuk membersihkan luka, serta sterilisasi alat medis. Meski demikian, penggunaan alkohol sebagai minuman tetap menyimpan risiko besar bila dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus.
Dampak konsumsi alkohol dapat muncul dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Risiko jangka pendek biasanya muncul dalam beberapa jam setelah konsumsi, seperti mengantuk, muntah, gangguan penglihatan dan pendengaran, penurunan koordinasi dan kemampuan menilai, hingga kehilangan kesadaran. Sementara itu, konsumsi jangka panjang yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.
Alkohol telah lama dikenal sebagai minuman dengan ratusan, bahkan ribuan, dampak negatif bagi tubuh. Meskipun memiliki sisi positif, dampak negatif alkohol jauh lebih besar, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Orang yang mengalami kecanduan alkohol diketahui memiliki risiko lebih tinggi menderita sirosis hati, stroke, dan berbagai jenis kanker.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pria yang rutin mengonsumsi alkohol memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai penyakit dan lebih sering menjalani perawatan di rumah sakit dibandingkan peminum sesekali. Pola konsumsi alkohol tertentu, seperti minum dalam jumlah besar setiap hari atau di luar waktu makan, dapat meningkatkan risiko penyakit serius, terutama sirosis hati.
Sirosis hati merupakan kondisi jaringan parut pada hati akibat kerusakan jangka panjang yang menyebabkan fungsi hati terganggu. Penyakit ini dapat berujung pada gagal hati dan memicu komplikasi serius yang mengancam jiwa.
Analisis genetik terbaru menunjukkan bahwa konsumsi empat gelas alkohol per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko 14 persen terhadap penyakit terkait alkohol, enam persen risiko penyakit yang sebelumnya tidak diketahui terkait alkohol, serta lebih dari dua kali lipat risiko sirosis hati dan asam urat.
Dampak Alkohol terhadap Organ Tubuh
1. Gangguan Fungsi Hati
Hati berperan penting dalam menetralisir racun, memetabolisme lemak, serta memproduksi protein pembekuan darah. Alkohol yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh hati. Jika dikonsumsi secara berlebihan, hati dapat mengalami peradangan dan kerusakan, seperti penumpukan lemak (fatty liver), hepatitis alkoholik, sirosis, hingga kanker hati.
2. Kerusakan Pankreas
Pankreas berfungsi dalam proses pencernaan dan pengaturan kadar gula darah. Konsumsi alkohol berlebihan memaksa pankreas bekerja ekstra dan dapat menyebabkan peradangan atau pankreatitis, yang berisiko fatal bila tidak ditangani.
3. Gangguan Sistem Pencernaan
Alkohol dapat merusak saluran pencernaan dan menghambat penyerapan nutrisi, sehingga memicu kekurangan gizi. Selain itu, alkohol dapat menyebabkan gastritis, tukak lambung, penyakit asam lambung, hingga kanker saluran pencernaan.
4. Kerusakan Otak dan Saraf
Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan penumpukan zat beracun di otak yang merusak jaringan saraf. Dalam jangka pendek, alkohol dapat menimbulkan gangguan konsentrasi, gemetar, dan sakit kepala. Dalam jangka panjang, alkohol berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen, gangguan memori, demensia, stroke, sindrom Wernicke-Korsakoff, serta kecanduan.
5. Penyakit Jantung
Meski alkohol dalam jumlah terbatas dapat membantu menurunkan kolesterol dan mencegah penyumbatan pembuluh darah, konsumsi berlebihan justru meningkatkan tekanan darah, gangguan irama jantung, dan melemahkan otot jantung, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Mengendalikan konsumsi atau bahkan menghindarinya sepenuhnya dinilai sebagai langkah terbaik untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit berbahaya di masa depan.
(Lidya Saweho)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....