Tulang Kuat hingga Lansia Pentingnya Nutrisi dan Olahraga
- 20 Jun 2026 22:05 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Menjaga kesehatan tulang sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit seperti Osteoporosis di usia lanjut. Kunci utamanya adalah pemenuhan nutrisi seimbang, terutama kalsium dan vitamin D, serta penerapan gaya hidup aktif yang konsisten.
Informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemkes.go.id olahraga rutin seperti latihan beban atau weight-bearing exercise sangat dianjurkan untuk merangsang pembentukan massa tulang dan menjaga kekuatan tulang sepanjang usia.
Vitamin D atau Vitamin D dikenal sebagai “vitamin sinar matahari” karena dapat diproduksi tubuh saat kulit terpapar sinar UVB. Perannya sangat penting dalam membantu penyerapan kalsium dan fosfor di usus, yang menjadi dasar pembentukan dan pemeliharaan tulang yang kuat.
Tanpa kecukupan vitamin D, tubuh tidak dapat menyerap kalsium secara optimal. Akibatnya, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang untuk menjaga keseimbangan kadar kalsium dalam darah. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan meningkatkan risiko patah tulang.
Kekurangan vitamin D juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Pada anak-anak, kondisi ini dikenal sebagai Rakhitis yang menyebabkan gangguan pembentukan tulang. Sementara pada orang dewasa dapat menyebabkan Osteomalasia, yaitu pelunakan tulang. Dalam jangka panjang, defisiensi vitamin D turut berkontribusi terhadap terjadinya osteoporosis, terutama pada lansia dan perempuan pascamenopause.
Sumber vitamin D dapat diperoleh melalui paparan sinar matahari pagi selama 10–15 menit sebanyak 2–3 kali per minggu, konsumsi makanan seperti ikan berlemak, kuning telur, serta susu fortifikasi, hingga suplemen yang diberikan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kelompok yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D antara lain lansia, individu dengan paparan sinar matahari terbatas, penderita obesitas, gangguan penyerapan nutrisi, serta ibu hamil dan menyusui.
Selain vitamin D, kesehatan tulang juga dipengaruhi oleh asupan kalsium yang cukup, aktivitas fisik teratur, serta gaya hidup sehat tanpa rokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
Kepadatan tulang mengalami perubahan sepanjang hidup. Pada masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa awal, tulang aktif menyerap nutrisi untuk mencapai puncak kepadatan. Puncak massa tulang umumnya tercapai sekitar usia 30 tahun, setelah itu kepadatan mulai menurun seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini membuat perempuan pascamenopause lebih rentan mengalami osteoporosis karena penurunan hormon yang memengaruhi kekuatan tulang.
Meski demikian, risiko tersebut dapat ditekan dengan menjaga asupan nutrisi, rutin berolahraga, serta menjalani pola hidup sehat sejak dini.
Dengan kombinasi paparan sinar matahari yang cukup, asupan nutrisi seimbang, dan aktivitas fisik teratur, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan tulang agar tetap kuat sepanjang hayat.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....