Penggunaan Gadget Berlebihan, Kesehatan dan Prestasi Anak Jadi Taruhan
- 20 Sep 2026 22:24 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dan remaja perlu menjadi perhatian orang tua. Selain dapat mengganggu kesehatan fisik, penggunaan gadget yang sulit dikendalikan juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental, aktivitas belajar, pola tidur, serta hubungan sosial. Gadget saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Perangkat seperti telepon pintar dan tablet dapat membantu anak belajar, berkomunikasi, serta mendapatkan hiburan.
Namun, penggunaan yang terlalu sering dan sulit dikendalikan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Dikutip dari laman polri.go.id penggunaan gadget secara berlebihan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan fisik dan mental hingga hubungan sosial. Dari sisi kesehatan fisik, terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan mata lelah, mata kering, hingga penglihatan kabur. Penggunaan gadget dalam posisi tubuh yang tidak tepat juga dapat memicu nyeri pada leher dan punggung.
Selain itu, penggunaan gadget hingga larut malam dapat mengurangi durasi dan kualitas tidur. Kurangnya aktivitas fisik akibat terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk kelebihan berat badan. Dari sisi kesehatan mental, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memicu stres dan kecemasan. Paparan konten negatif serta kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial juga dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kondisi emosional.
Kecanduan gadget juga dapat berdampak pada kehidupan sosial. Seseorang yang terlalu fokus pada layar berisiko mengurangi interaksi secara langsung dengan keluarga maupun teman. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa kesepian dan menghambat kemampuan bersosialisasi. Tidak hanya itu, penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga dapat mengganggu produktivitas. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar atau menyelesaikan pekerjaan dapat teralihkan untuk bermain gim, menonton video, atau menggunakan media sosial.
Kebiasaan berpindah-pindah perhatian di antara berbagai aplikasi juga dapat mengganggu konsentrasi. Pada anak dan remaja, penggunaan gadget perlu mendapat perhatian lebih. Waktu layar yang berlebihan dapat mengurangi kesempatan anak untuk melakukan aktivitas fisik, bermain secara langsung, membaca, maupun mengembangkan keterampilan sosial. Anak juga berisiko terpapar konten yang tidak sesuai dengan usianya, termasuk kekerasan dan pornografi.
Selain itu, aktivitas di dunia digital memiliki risiko lain, seperti cyberbullying serta penggunaan aplikasi atau gim yang dapat mendorong pengeluaran uang secara tidak terkendali. Untuk mengurangi penggunaan gadget secara berlebihan, orang tua dapat menetapkan batas waktu penggunaan sesuai kebutuhan anak. Aktivitas fisik dan kegiatan di luar rumah juga dapat diperbanyak untuk mengurangi ketergantungan pada layar.
Orang tua juga dapat membatasi notifikasi yang tidak diperlukan, menetapkan waktu bebas gadget, terutama menjelang tidur, serta mengajak anak melakukan aktivitas bersama keluarga. Gadget pada dasarnya memiliki manfaat bagi proses belajar, komunikasi, dan hiburan. Namun, penggunaannya perlu dilakukan secara seimbang dan sesuai kebutuhan.
Istilah "kecanduan gadget" juga perlu dipahami secara hati-hati karena kondisi penggunaan teknologi yang bermasalah tidak selalu berarti kecanduan dalam pengertian medis. Penilaian tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan apakah penggunaan gadget sudah menjadi masalah klinis. Karena itu, pengawasan dan pendampingan orang tua menjadi penting agar penggunaan gadget tidak mengganggu kesehatan, perkembangan, pendidikan, maupun hubungan sosial anak.
(Sumber:tribratanews.polri.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....