BRIN Kembangkan Pengamatan Antariksa untuk Mitigasi Bencana Alam
- 30 Okt 2025 12:23 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui riset berbasis pengamatan ruang angkasa dan atmosfer atas. Pendekatan ini dikembangkan guna menyediakan layanan teknologi yang andal dan berbasis data ilmiah.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Antariksa BRIN, Mario Batubara, menjelaskan, pendekatan baru ini menggabungkan berbagai jenis gelombang atau multiple waves untuk memperdalam pemahaman proses hubungan Matahari dan Bumi.
“Pengamatan multi-instrument diperlukan guna mengungkap mekanisme internal di Matahari hingga efeknya terhadap atmosfer Bumi,” ujar Mario di Bandung, Selasa (28/10/2025).
BRIN mengembangkan jaringan pengamat radio matahari CALLISTO, sistem pengamatan ionosfer, serta pemodelan propagasi gelombang radio. Riset pada ionosfer diarahkan untuk memahami kopling antara Matahari, magnetosfer, dan ionosfer, serta mengembangkan model ionosfer adaptif berbasis machine learning guna memprediksi variasi yang berpengaruh terhadap komunikasi dan navigasi.
Selain itu, BRIN juga meneliti pemanfaatan gelombang infrasound atau gelombang berfrekuensi sangat rendah. Menurut Mario, gelombang ini dapat digunakan untuk deteksi aktivitas gunung api, pemantauan kebakaran hutan, hingga deteksi dini tsunami.
“Gelombang infrasound dari peristiwa geofisika bisa merambat lebih dari seribu kilometer. Data ini dapat melengkapi informasi seismik konvensional dan memperkuat sistem peringatan dini bagi masyarakat pesisir,” jelasnya.
Infrastruktur pengamatan yang dikembangkan mencakup jaringan sensor infrasound di beberapa titik Indonesia, sistem deteksi berbasis Raspberry Pi, hingga radar pasif untuk pemantauan sampah antariksa yang mendukung kewaspadaan nasional.
Mario menambahkan, keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi internasional dan penguatan sumber daya manusia (SDM) riset. BRIN membuka peluang kemitraan melalui skema visiting researcher, degree-by-research (S2/S3), dan post-doctoral fellowship.
“Jenjang peran SDM riset di BRIN terdiri dari pemahaman sistem pada tingkat sarjana, aplikasi sistem bagi magister, hingga desain metode baru pada tingkat doktoral,” pungkasnya.
(Fika Hamzah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....