Kineforum Hidupkan Pusat Sinema Jakarta

  • 06 Des 2025 16:54 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Jika Blok M sering disebut sebagai pusat peradaban gaya hidup ibukota, maka Taman Ismail Marzuki bisa dibilang memegang peran sebagai pusat peradaban sinema. Di kawasan inilah Kineforum hadir sebagai ruang menonton alternatif bagi publik Jakarta.

Dikutip dari penjelasan resmi @kineforum, bioskop mini ini merupakan program Kine Klub Dewan Kesenian Jakarta sejak 1969. Mereka menghadirkan film-film terkurasi setiap bulan dengan fokus pada keragaman pengalaman menonton, sesuatu yang makin langka di tengah dominasi film komersial.

Kineforum menjadi tempat berlangsungnya berbagai pekan sinema internasional dan retrospektif film Indonesia. Dikutip dari pernyataan Harry Hariawan yang diunggah melalui akun Instagram Kineforum, mereka banyak bekerja sama dengan pusat kebudayaan asing, namun tetap memberi ruang besar untuk film lokal.

Fokus pada kurasi dan edukasi membuat setiap program yang mereka selenggarakan terasa seperti undangan untuk memahami sinema bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai arsip budaya. Ruang kecil di TIM itu sering menjadi titik perjumpaan antara pembuat film, penonton, dan wacana yang berkembang.

Akhir tahun ini, Kineforum kembali bergerak lewat Pekan Kineforum 2025. Dikutip dari pengumuman di media sosial mereka, program tahun ini memuat berbagai agenda mulai dari pemutaran dan diskusi Resonansi ’98 yang membuka kembali wacana film dan reformasi, kelas kuratorial, manajemen pemutaran film, kelas riset, hingga program Kelas Liarsip dan Alih Wahana Koesroyo Babak Pertama.

Meski jadwal lengkapnya masih menunggu pembaruan di laman mereka, Kineforum sudah memastikan bahwa program Kineforum Punya Kelas akan berlangsung pada 3 sampai 6 Desember 2025, secara daring dan luring.

Kineforum bukan hanya ruang pemutaran, tetapi tempat sejarah film Indonesia berdenyut. Dikutip dari cerita arsip yang pernah dibagikan tim Kineforum, ruang ini dulu menjadi tempat diskusi para maestro seperti Teguh Karya, Sjuman Djaya, Wim Wenders, hingga Volker Schlöndorff. Pekan Kineforum 2025 membawa semangat itu kembali ke publik. Pengunjung tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga belajar, berdiskusi, dan merayakan sinema sebagai praktik budaya. Jika kamu ingin melihat seperti apa wajah perfilman yang tumbuh dari ruang komunitas, Kineforum adalah tempat yang layak kamu datangi.

(Sultan Jody Akbar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....