ReHumanize di tengah Ledakan AI

  • 07 Jun 2026 10:46 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Ketika kecerdasan buatan semakin hadir dalam pekerjaan, kreativitas, hingga kehidupan sehari-hari, IdeaFest memilih untuk mengajukan pertanyaan yang sederhana namun penting. Di mana posisi manusia di tengah semua percepatan itu? Memasuki edisinya yang ke-15, IdeaFest 2026 mengusung tema ReHumanize, sebuah ajakan untuk menempatkan kembali manusia sebagai pusat dari inovasi. Dikutip dari keterangan resmi yang dimuat Campaign Asia Indonesia, tema ini lahir dari keyakinan bahwa empati, intuisi, kreativitas, dan hubungan antarmanusia tetap menjadi hal yang tidak bisa direplikasi sepenuhnya oleh mesin. Bukan sebagai penolakan terhadap teknologi, melainkan upaya memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap memiliki arah yang berpijak pada kebutuhan manusia.

Tema tersebut terasa semakin relevan jika melihat kondisi saat ini. Berdasarkan PwC Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 yang dirilis PwC Indonesia, sebanyak 69 persen pekerja Indonesia telah menggunakan AI dalam aktivitas profesional mereka selama satu tahun terakhir. Namun hanya sekitar 16 persen yang menggunakannya setiap hari. Data itu menunjukkan bahwa AI memang telah menjadi bagian dari cara kita bekerja, tetapi proses adaptasi dan pemanfaatannya masih terus berkembang. Menariknya, PwC juga menemukan bahwa pengguna AI harian cenderung merasakan peningkatan produktivitas dan kepercayaan diri yang lebih tinggi dibanding pengguna yang jarang memanfaatkannya. Di tengah situasi tersebut, diskusi mengenai dampak sosial, budaya, dan emosional dari teknologi menjadi semakin penting untuk dilakukan.

Menurut Desy Bachir selaku Co-chair IdeaFest, ReHumanize merupakan sebuah gerakan kolektif yang relevan di tengah percepatan teknologi saat ini. Dalam pernyataannya yang dikutip dari konferensi pers IdeaFest 2026, ia menegaskan bahwa setiap inovasi harus memiliki nilai kemanusiaan sebagai fondasi. Tanpa fondasi tersebut, teknologi berisiko kehilangan arah dan makna. Karena itu, IdeaFest ingin menjadi ruang pertemuan lintas industri yang mempertemukan kreator, inovator, pelaku bisnis, hingga masyarakat untuk membahas bagaimana teknologi dapat berkembang tanpa mengabaikan sisi manusia. Bukan hanya soal efisiensi dan otomatisasi, tetapi juga tentang bagaimana teknologi memengaruhi cara kita berpikir, berinteraksi, dan membangun budaya di masa depan.

Semangat tersebut tercermin dari ekspansi IdeaFest yang terus berkembang selama lebih dari satu dekade terakhir. Tahun ini, festival tersebut tidak hanya hadir melalui panggung utama di Jakarta Convention Center pada 4 hingga 6 September 2026, tetapi juga memperluas kolaborasi lintas sektor dan menjangkau kota-kota lain seperti Surabaya. Program seperti IdeaFriends hingga kolaborasi JKTGO SUPER CRAZY FESTIVAL menunjukkan bagaimana IdeaFest berupaya membangun ekosistem kreatif yang lebih luas dan inklusif. Di saat banyak forum membicarakan masa depan teknologi, IdeaFest justru mengingatkan bahwa masa depan itu pada akhirnya tetap ditentukan oleh manusia yang menggunakannya. Mungkin itulah alasan mengapa tema ReHumanize terasa begitu relevan hari ini, ketika teknologi berkembang semakin cepat, namun kebutuhan untuk tetap menjadi manusia tidak pernah berkurang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....