Perilaku Orang Tua yang Hambat Mental Anak Tangguh
- 22 Des 2025 07:19 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Membesarkan anak bermental tangguh membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak dengan mental kuat mampu mengelola emosi, percaya diri, dan bangkit dari kegagalan. Menurut pakar pengasuhan Reem Raouda dan dirangkum dari beautynesia.id, ada beberapa perilaku yang sebaiknya dihindari orang tua untuk mendukung perkembangan mental anak.
1. Terlalu Menyelamatkan Anak dari Masalah
Membantu anak menghadapi kesulitan penting, tetapi menuntaskan semua masalah mereka justru mengurangi kemampuan menghadapi tantangan. Anak yang secara rutin menghadapi tantangan sesuai usianya belajar mengatur emosi dan membangun ketahanan mental.
2. Membungkam Perasaan Anak
Marah atau sedih adalah bagian dari perkembangan emosional. Orang tua yang sukses mendampingi anak mengelola perasaan tanpa menekannya. Contohnya dengan berkata, “Aku tahu itu menyakitkan. Aku di sini bersamamu,” sehingga anak belajar mengenali dan mengendalikan emosi.
3. Menghargai Hanya Prestasi
Anak bermental tangguh memahami bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh hasil atau penghargaan. Menghargai usaha mereka, bukan hanya prestasi, membantu mencegah stres dan perfeksionisme di masa remaja.
4. Mengagungkan Kelelahan
Orang tua sukses mengajarkan pentingnya istirahat. Anak yang belajar menghargai jeda dapat mengenali tanda stres, menjaga energi, dan membangun kesadaran diri tanpa kelelahan berlebihan.
5. Bersikap Otoriter
Pola asuh yang mengekang suara anak membatasi kemandirian. Anak yang dilibatkan dalam pengambilan keputusan belajar bertanggung jawab, meningkatkan motivasi, dan membangun kepercayaan diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....