Bahaya Menyimpan Dendam Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

  • 21 Jul 2026 20:55 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Menyimpan dendam bukan hanya memengaruhi kondisi emosional, tetapi juga dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik. Emosi negatif yang dipelihara dalam waktu lama meningkatkan stres sehingga memengaruhi kerja hormon, organ tubuh, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

Dirangkum dari Hellosehat.com,saat seseorang terus menyimpan dendam, tubuh memproduksi hormon kortisol atau hormon stres dalam jumlah lebih tinggi. Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan hormon oksitosin yang berperan dalam menciptakan rasa tenang, membangun hubungan sosial, dan menjaga kesehatan emosional.

Akibatnya, tubuh lebih sulit mengendalikan stres yang berkepanjangan.

Dendam yang terus dipendam juga dapat memicu kebiasaan hidup tidak sehat. Sebagian orang cenderung melampiaskan stres dengan merokok, mengonsumsi makanan tinggi kalori, atau mengabaikan pola hidup sehat.

Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Selain itu, emosi negatif yang berlangsung lama dapat meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerja jantung. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko memicu penyakit jantung koroner dan gangguan pembuluh darah.

Penelitian juga menunjukkan bahwa stres berkepanjangan akibat dendam berkaitan dengan meningkatnya keluhan nyeri kronis, seperti sakit kepala, nyeri punggung, hingga gangguan lambung.

Tidak hanya itu, kadar hormon stres yang terus tinggi dapat mempercepat proses penuaan biologis tubuh karena memengaruhi regenerasi sel. Sebaliknya, belajar memaafkan dan mengelola emosi secara sehat dapat membantu menurunkan stres, menjaga kesehatan mental, serta mengurangi risiko berbagai penyakit.

Karena itu, melepaskan dendam bukan hanya bermanfaat bagi ketenangan pikiran, tetapi juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....