Bank Indonesia Percepat Transformasi Digital UMKM Sulawesi Utara
- 24 Agt 2026 09:32 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia terus mendorong transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta mendorong UMKM naik kelas di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan, digitalisasi UMKM dilakukan melalui tiga strategi utama, yakni e-farming, e-commerce, dan e-financing.
Hal tersebut disampaikan Filianingsih saat membuka Innovation Talk Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 bertema “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level” di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 21 Agustus 2026.
Menurut Filianingsih, strategi e-farming melalui penerapan digital farming diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Sementara e-commerce dilakukan melalui onboarding UMKM untuk memperluas akses pasar digital.
Adapun e-financing diperkuat melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), sehingga UMKM dapat memiliki pencatatan keuangan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kesiapan dalam mengakses pembiayaan.
Filianingsih juga menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi digital yang mampu mendukung transformasi dan meningkatkan daya saing UMKM.
Bank Indonesia, kata dia, terus memperkuat ekosistem tersebut melalui pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), yang menghubungkan talenta, inovator, industri, pemerintah, dan mitra strategis untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dan dapat diterapkan di sektor riil, termasuk UMKM.
“Dengan talenta yang berdaya, inovasi yang implementatif, dan ekosistem yang saling menguatkan, kami optimis UMKM Indonesia akan terus bertransformasi, bertumbuh, dan naik kelas,” ujar Filianingsih.
Digital Farming Dorong Produktivitas Petani Sulut
Implementasi digitalisasi juga telah dirasakan petani binaan Bank Indonesia di Sulawesi Utara.
Hingga 2026, sebanyak enam kelompok tani yang tergabung dalam PATUA (Petani Unggulan Sulawesi Utara) telah mengadopsi teknologi digital farming melalui pemanfaatan smart greenhouse dan drone sprayer.
Teknologi tersebut diterapkan pada sejumlah komoditas, antara lain cabai, bawang merah, dan padi.
Pemanfaatan teknologi digital membantu meningkatkan efisiensi budidaya, terutama dalam penggunaan pupuk dan bahan produksi dengan takaran yang lebih tepat. Kondisi ini berdampak pada penekanan biaya produksi sekaligus peningkatan produktivitas dan daya saing petani.
Di sektor UMKM, hingga Juli 2026 tercatat lebih dari 150 UMKM binaan Bank Indonesia Sulawesi Utara telah terdigitalisasi melalui integrasi dengan e-commerce dan penggunaan SIAPIK untuk pencatatan keuangan.
Digitalisasi tersebut membuka peluang bagi produk UMKM Sulawesi Utara untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar nasional dan global.
Selain memperluas pemasaran, penerapan pencatatan keuangan digital juga mendorong pengelolaan usaha yang lebih tertib dan transparan. Hal ini sekaligus memperkuat kesiapan UMKM dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan, baik perbankan maupun nonbank.
QRIS Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital
Transformasi digital UMKM Sulawesi Utara juga tercermin dari semakin luasnya penggunaan pembayaran digital melalui QRIS.
Hingga Juli 2026, QRIS telah digunakan oleh sekitar 388 ribu merchant di Sulawesi Utara, dengan 95,36 persen di antaranya merupakan UMKM.
Dari sisi transaksi, QRIS telah memfasilitasi transaksi UMKM Sulawesi Utara dengan nilai mencapai Rp3,5 triliun hingga Juli 2026.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa perluasan penggunaan QRIS tidak hanya memberikan kemudahan dalam transaksi, tetapi juga mendorong UMKM semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.
Bank Indonesia menilai, semakin kuatnya adopsi teknologi digital akan menjadi modal penting bagi UMKM untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, memperbaiki tata kelola usaha, hingga meningkatkan daya saing.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi digital UMKM.
Dengan semangat Mapalus atau gotong royong, transformasi digital diharapkan mampu melahirkan UMKM yang semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sehingga mampu tumbuh dan naik kelas serta menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....