Hari Ketiga Urban Digifest Catat Transaksi Rp 3,01 Miliar, Libatkan 233 UMKM

  • 16 Agt 2026 18:55 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, MANADO — Urban Digifest 2026 mencatat capaian positif dalam mendorong penguatan UMKM, ekonomi kreatif, serta digitalisasi transaksi di Sulawesi Utara. Hingga hari ketiga pelaksanaan, kegiatan yang digelar Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara tersebut telah melibatkan 233 pelaku UMKM dengan total transaksi mencapai Rp3,014 miliar.

Kepala BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan 233 UMKM yang terlibat dalam seluruh rangkaian Urban Digifest 2026 terdiri atas 127 UMKM makanan dan minuman kemasan, 50 UMKM wastra, kerajinan dan kriya, 28 UMKM kopi, 20 UMKM ready to eat, tiga UMKM pangan, serta lima UMKM pendukung desa wisata.

“Dari hasil rekapitulasi seluruh rangkaian, mulai dari Road to Urban Digifest hingga pelaksanaan Urban Digifest sampai hari ketiga, total transaksi penjualan tercatat sebesar Rp3.014.826.462,” ujar Joko.

Menurutnya, nilai transaksi tersebut berasal dari berbagai rangkaian kegiatan. Urban Digifest menyumbang sekitar Rp740 juta, dukungan pameran lainnya sekitar Rp385 juta, sementara program Onboarding Digital WANUA memberikan kontribusi sekitar Rp1,9 miliar.

Selain transaksi, jumlah pengunjung juga menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Hingga hari ketiga, tercatat sebanyak 42.082 pengunjung hadir dalam berbagai rangkaian Urban Digifest 2026.

Joko menyebut angka tersebut masih berpotensi meningkat hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Namun, menurutnya, keberhasilan Urban Digifest tidak semata-mata diukur dari besarnya transaksi maupun jumlah pengunjung.

“Refleksi kami tidak hanya berhenti pada capaian angka. Urban Digifest harus mampu menjawab pertanyaan yang lebih besar: apakah UMKM semakin naik kelas, akses pasar dan pembiayaan semakin terbuka, tercipta wirausaha baru, serta apakah digitalisasi semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di Sulawesi Utara,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Urban Digifest 2026 diperkuat dengan berbagai program, mulai dari business matching pembiayaan, promosi perdagangan dan ekspor, peningkatan kapasitas UMKM, edukasi perlindungan konsumen, hingga berbagai workshop yang memberikan keterampilan praktis bagi pelaku usaha.

Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Urban Digifest. BI mendorong penggunaan QRIS sebagai salah satu media transaksi utama, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi laboratorium nyata untuk memperluas akseptasi pembayaran digital di kalangan UMKM dan masyarakat.

Joko menegaskan, ke depan keberhasilan Urban Digifest tidak hanya diukur dari kemeriahan selama kegiatan berlangsung, tetapi dari dampak yang tetap dirasakan pelaku UMKM setelah acara berakhir.

Mengangkat Budaya dan Tradisi Kawanua

Selain menjadi ruang pengembangan UMKM, Urban Digifest 2026 juga menjadi panggung apresiasi terhadap kekayaan budaya, tradisi, karya, dan cita rasa Kawanua.

Hal tersebut tercermin melalui tema yang diusung tahun ini, “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi.”

Joko menjelaskan, kata “Rupa” merepresentasikan kekayaan karya dan kreativitas, sedangkan “Rasa” menggambarkan kekayaan kuliner serta komoditas unggulan Sulawesi Utara.

Menurutnya, tradisi tidak cukup hanya dilestarikan. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan warisan budaya dan kearifan lokal tetap relevan, mampu berinovasi, serta menghasilkan nilai ekonomi tanpa kehilangan identitas Kawanua.

Semangat tersebut diwujudkan melalui pengembangan wastra, Modest Fashion & Wastra Professional Designer Competition, kegiatan membatik bersama Dekranasda, serta berbagai kompetisi kreatif yang melibatkan generasi muda.

Pada tahun ini, apresiasi terhadap kekayaan daerah juga diperluas melalui Sulut Coffee Fest 2026. Kopi tidak hanya ditempatkan sebagai komoditas, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan petani, pengolah, roastery, barista, kedai kopi, UMKM, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata.

Melalui kegiatan manual brewing, latte art, kompetisi kopi, dan berbagai kegiatan edukasi, BI mendorong agar potensi kopi Sulawesi Utara berkembang menjadi sumber nilai tambah, kewirausahaan, sekaligus kebanggaan baru bagi masyarakat Kawanua.

“Urban Digifest pada akhirnya menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa budaya dan tradisi bukan hanya warisan masa lalu, tetapi modal untuk menciptakan masa depan ekonomi dan identitas Sulawesi Utara,” ujar Joko.

Perkuat Sinergi untuk Ekonomi Negeri

Joko menambahkan, sejak awal Urban Digifest dibangun dengan semangat bahwa transformasi ekonomi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Penyelenggaraan Urban Digifest 2026 merupakan hasil sinergi antara BI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Dekranasda, pemerintah kabupaten dan kota, perbankan, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat.

Kolaborasi tersebut mempertemukan berbagai agenda pengembangan ekonomi dalam satu platform. UMKM mendapatkan ruang promosi dan transaksi, pelaku usaha memperoleh peningkatan kapasitas, akses pasar dan pembiayaan semakin terbuka, talenta kreatif mendapatkan panggung, sementara masyarakat memperoleh pengalaman bertransaksi secara digital.

Joko menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Utara beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas dukungan dan sinergi yang terus diberikan dalam pengembangan UMKM dan ekonomi daerah.

Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran pimpinan BI Kantor Pusat dan Koordinator Wilayah Sulampua yang turut mendukung penguatan UMKM, ekonomi kreatif, serta ekonomi dan keuangan digital di Sulawesi Utara.

“Urban Digifest menunjukkan bahwa ketika potensi lokal dipertemukan dengan kolaborasi, inovasi, akses pasar, pembiayaan, dan digitalisasi, maka dampaknya dapat bergerak jauh melampaui penyelenggaraan sebuah event,” katanya.

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan keyakinan bahwa ekonomi nasional yang kuat dibangun dari daerah yang kuat. Ketika UMKM Kawanua naik kelas, produk lokal semakin berdaya saing, wirausaha baru tumbuh, dan ekonomi daerah semakin produktif, Sulawesi Utara akan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian Indonesia.

Karena itu, puncak Urban Digifest 2026 tidak hanya menjadi penutup rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi perayaan atas kolaborasi yang telah terbangun sekaligus titik awal untuk membangun sinergi yang lebih kuat ke depan.

Bukan Sekadar Kemeriahan

Joko mengatakan Urban Digifest 2026 diharapkan meninggalkan dampak yang lebih besar dari sekadar kemeriahan sebuah acara.

“Kita berefleksi agar setiap program yang kita lakukan semakin berdampak. Kita mengapresiasi budaya dan tradisi agar identitas Kawanua terus hidup sekaligus menjadi sumber nilai tambah ekonomi. Dan kita merayakan sinergi, karena kemajuan Sulawesi Utara hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya.

Ia berharap Urban Digifest 2026 dapat melahirkan semakin banyak UMKM yang naik kelas, wirausaha baru, produk Kawanua yang mampu menembus pasar lebih luas, transaksi yang semakin digital, serta kolaborasi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga semangat Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi menjadi semangat bersama untuk membawa potensi daerah Sulawesi Utara menjadi kekuatan ekonomi untuk negeri Indonesia,” pungkas Joko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....