Bank Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas melalui Gerakan Korporasi
- 24 Agt 2026 09:31 WIB
- Manado
Bank Indonesia Dorong UMKM Naik Kelas melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM
RRI.CO.ID, Jakarta – Bank Indonesia terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan intermediasi keuangan serta kemitraan antara korporasi dan UMKM.
Hal itu disampaikan Thomas saat membuka talkshow bertajuk “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas” di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 20 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama otoritas dan para penggiat UMKM. Thomas saat membuka talkshow bertajuk “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas” di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia bersama otoritas dan para penggiat UMKM.
Lebih lanjut dikatakan, ketahanan perekonomian dan stabilitas sistem keuangan perlu terus ditransformasikan menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Thomas menegaskan, intermediasi sektor keuangan memiliki peran penting dalam memastikan pembiayaan mengalir ke sektor produktif, sehingga mampu mendukung ekspansi usaha sekaligus membuka lapangan pekerjaan.
“UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia,” ujar Thomas.
Menurutnya, UMKM perlu terus didorong untuk meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, serta terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.
Salah satu langkah yang dilakukan Bank Indonesia adalah melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM, yang bertujuan menghubungkan UMKM dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi melalui kemitraan.
Kemitraan tersebut memberikan peluang bagi UMKM untuk memperoleh akses pasar, jaringan usaha, teknologi, pengalaman, serta standar usaha yang dimiliki korporasi. Dengan demikian, kapasitas dan produktivitas UMKM dapat meningkat sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan.
Dalam KKI 2026, upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui fasilitasi business matching yang menargetkan omzet dan business matching ekspor sebesar Rp446,9 miliar. Sementara business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, ditargetkan mencapai Rp212,8 miliar.
BI Sulut Perkuat Kemitraan UMKM
Semangat Gerakan Korporasi Gandeng UMKM juga terus diperkuat oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara melalui berbagai program pemberdayaan UMKM.
Salah satunya melalui Hijrah Sulut Fest 2026 yang berlangsung pada 12 Februari hingga 18 Maret 2026. Kegiatan tersebut mencatat capaian penjualan sebesar Rp3,55 miliar, jauh melampaui target Rp1,05 miliar.
Dari sisi pembiayaan, program tersebut juga berhasil memfasilitasi pembiayaan kepada 93 UMKM dengan total nilai Rp5,04 miliar, lebih tinggi dibandingkan target Rp2 miliar.
Selanjutnya, melalui Urban Digifest 2026 yang berlangsung pada 12–16 Agustus 2026 di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Bank Indonesia kembali memperluas fasilitasi UMKM melalui penguatan akses pasar dan business matching pembiayaan.
Kegiatan tersebut melibatkan 233 UMKM. Target penjualan yang ditetapkan sebesar Rp6 miliar berhasil dilampaui dengan realisasi mencapai Rp7,25 miliar.
Sementara dari sisi pembiayaan, business matching ditargetkan mencapai Rp3 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam mendorong UMKM Sulawesi Utara meningkatkan kapasitas dan skala usaha, memperluas jejaring kemitraan, serta memperkuat keterhubungan dengan ekosistem usaha dan pembiayaan.
Bank Indonesia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya korporasi, untuk terus memperkuat intermediasi guna mendukung sektor riil, terutama UMKM.
Melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM, semakin banyak pelaku usaha diharapkan dapat terhubung dengan rantai nilai korporasi, memperoleh akses pasar dan pembiayaan, serta berkembang menjadi usaha yang lebih kuat dan berdaya saing.
Semangat “Beudaya Meusare Sare”, yang berarti Berdaya Bersama-sama, menjadi dorongan untuk membangun UMKM yang semakin maju, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....