BI Sulut Rutin Pantau Harga Pasar Demi Jaga Daya Beli Masyarakat
- 30 Jul 2026 18:11 WIB
- Manado
Poin Utama
- Surveyor Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara turun langsung ke pasar tradisional dan supermarket secara berkala pada jam-jam tertentu untuk memperbarui data pergerakan harga komoditas pokok.
- Data lapangan yang valid tersebut dikaji oleh kantor pusat dan pimpinan daerah untuk merumuskan kebijakan ekonomi lokal, termasuk penguatan UMKM dan petani.
- Hasil survei real-time ini menjadi acuan utama dalam High Level Meeting (HLM) bersama pimpinan daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga daya beli masyarakat.
RRI.co.id, Manado - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat pemantauan harga komoditas secara real-time di tingkat pedagang. Langkah ini diambil sebagai strategi menjaga stabilitas nilai rupiah dan menahan laju inflasi agar tidak mengoreksi daya beli masyarakat di tengah tekanan penguatan dolar Amerika Serikat.
Tim Humas KPw BI Provinsi Sulawesi Utara, Dylan Rompis, menjelaskan bahwa pihaknya rutin menerjunkan tim surveyor ke sejumlah pasar tradisional dan supermarket di Sulawesi Utara. Pemantauan ini dilakukan berdasarkan pembagian waktu atau jam-jam tertentu untuk menangkap pergerakan harga secara akurat.
"Laporan berkala dari lapangan ini diserahkan kepada PIC untuk dikemas menjadi data valid, lalu diteruskan ke pimpinan sebagai bahan kajian kondisi ekonomi Sulawesi Utara," ujar Dylan saat diwawancarai di RRI Manado, Senin, 27 Juli 2026..
Dylan menambahkan, data yang dihimpun secara langsung oleh surveyor tersebut memegang peran krusial. Selain menjadi indikator awal pergerakan inflasi yang berdampak langsung pada masyarakat, data lapangan ini juga ditransmisikan ke kantor pusat guna merumuskan kebijakan strategis daerah, seperti program penguatan UMKM dan dukungan bagi petani lokal.
Lebih lanjut, akurasi data hasil survei ini menjadi landasan kuat bagi BI dalam menggelar High Level Meeting (HLM) bersama para pimpinan kepala daerah di Sulawesi Utara.
Melalui forum tersebut, BI bersama pemerintah daerah mengevaluasi kondisi ekonomi di tingkat kabupaten dan kota, sekaligus menyusun langkah taktis ke depan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) demi memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....