Mei 2026, Sulawesi Utara Alami Deflasi 0,61 Persen
- 02 Jun 2026 18:14 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Perkembangan harga berbagai komoditas di Sulawesi Utara (Sulut) secara umum menunjukkan tren penurunan pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut mencatat terjadi deflasi sebesar -0,61 persen secara bulanan (month-to-month) jika dibandingkan dengan kondisi pada April 2026.
Penurunan indeks harga ini utamanya didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi mendalam hingga minus 2,28 persen. Melimpahnya pasokan lokal menjadi faktor utama yang meredam tekanan harga di pasar.
"Artinya memang harga cabai bulan ini menurun dibandingkan dengan bulan lalu. Ini semua kota IHK semuanya cabai rawit yang menjadi penahan inflasi," ujar Kepala BPS Sulut, Watekhi, saat merilis Berita Resmi Statistik di Aula BPS Provinsi Sulut, Selasa, 2 Juni 2026.
Meski komponen pangan berhasil menarik mundur laju harga secara keseluruhan, deflasi Sulut sedikit tertahan oleh andil beberapa komoditas non-pangan. Salah satu sektor yang mengalami kenaikan adalah transportasi darat dan udara.
"Pemerintah menetapkan kebijakan penyesuaian biaya tambahan pada tarif penumpang angkutan udara yang berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan," katanya menjelaskan.
Secara spasial, seluruh wilayah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Bumi Sulut kompak mengalami deflasi. Kabupaten Minahasa Selatan tercatat sebagai wilayah dengan tingkat deflasi bulanan terdalam, yakni menyentuh angka -1,39 persen.
Meskipun secara bulanan mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, BPS mengingatkan bahwa secara tahunan (year-on-year) inflasi gabungan Sulut masih berada di angka 2,33 persen.
"Kalau kita melihat series-nya dari Januari 2025 sampai sekarang itu berarti masih terjadi acak, jadi masih belum terlihat polanya," ujar Watekhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....