Rupiah Melemah, Pemprov Sulut Jamin Subsidi Rp900 Miliar Tetap Aman
- 28 Mei 2026 13:37 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) memastikan skema subsidi energi dan pertanian tetap berjalan di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah pada kuartal I tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sulut, Reza Dotulong, mengatakan pelemahan Rupiah pada kuartal I-2026 tercatat sebesar 4 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding kuartal IV-2025 yang sempat menyentuh 6 persen.
Menurut Reza, dampak langsung pelemahan Rupiah terhadap ekonomi Sulut masih relatif kecil. Hal itu karena ketergantungan impor bahan baku di daerah ini hanya sekitar 2 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Dampak langsung terhadap PDRB relatif kecil karena impor bahan baku kita tidak besar,” ujar Reza, Senin, 25 Mei 2026.
Meski demikian, Pemprov Sulut tetap mewaspadai dampak lanjutan dari kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate sebesar 50 basis poin.
“Kami lebih mengantisipasi dampak tidak langsungnya, terutama terhadap investasi dan konsumsi masyarakat,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Sulut terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Pertamina, guna memastikan subsidi tetap tersedia dan tepat sasaran.
“Total subsidi yang mengalir ke Sulut mencapai sekitar Rp900 miliar per tahun,” ucap Reza.
Ia menambahkan, subsidi tersebut mencakup listrik, BBM, dan pupuk yang dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Jika dikonversi, setiap warga menikmati sekitar Rp260 ribu per bulan dari subsidi tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, pelemahan nilai tukar Rupiah juga dinilai membawa dampak positif bagi sektor ekspor Sulut. Pada kuartal I-2026, pertumbuhan ekspor Sulut tercatat mencapai 7,8 persen setelah sebelumnya melonjak hingga 17 persen pada akhir tahun lalu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....