OJK: Status Pasar Modal Indonesia Tetap Aman di Mata FTSE Russell

  • 14 Apr 2026 21:04 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kabar positif datang dari pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik penilaian terbaru dari lembaga indeks global yang menilai posisi pasar modal Indonesia masih stabil dan dipercaya oleh investor dunia.

Dilansir pada ojk.go.id, dalam laporannya FTSE Equity Country Classification March 2026 Interim Announcement yang dirilis 7 April 2026, FTSE Russell menetapkan bahwa Indonesia masih berada di kategori Secondary Emerging Market. Artinya, pasar modal Indonesia masih dianggap berkembang dan cukup kuat, bahkan berada di level yang sama dengan negara besar seperti China dan India serta Indonesia juga tidak masuk dalam Watch List, yang biasanya menjadi tanda bahwa sebuah negara sedang diawasi karena ada risiko penurunan status pasar.

OJK menilai hasil ini sebagai tanda bahwa berbagai upaya perbaikan di pasar modal Indonesia mulai terlihat hasilnya. Saat ini pemerintah dan regulator sedang menjalankan delapan rencana aksi untuk memperkuat integritas pasar modal.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan antara lain meningkatkan keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen, memperjelas kategori investor hingga menjadi 39 jenis, menaikkan batas minimal saham yang beredar di publik (free float) menjadi 15 persen, serta menghadirkan sistem High Shareholding Concentration (HSC) sebagai peringatan dini bagi investor.

Selain itu, OJK juga memperkuat aturan transparansi melalui pelaporan pemilik manfaat bagi pemegang saham yang memiliki kepemilikan 10 persen atau lebih.

Menurut OJK, berbagai kebijakan ini dilakukan bersama organisasi pengatur pasar (SRO) untuk membuat pasar modal Indonesia semakin transparan, sehat, dan kompetitif.

Ke depan, OJK akan terus melanjutkan berbagai reformasi di pasar modal serta memperkuat komunikasi dengan lembaga indeks global seperti FTSE Russell. Dengan langkah ini, diharapkan pasar modal Indonesia semakin dipercaya investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dan mampu bersaing di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....