Kenapa Ulang Tahun Selalu Ada Kue?
- 07 Sep 2026 21:25 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kue kini menjadi bagian yang hampir selalu hadir dalam perayaan ulang tahun. Padahal, sejak awal tidak ada aturan yang menyebut bahwa bertambahnya usia harus dirayakan dengan kue. Kebiasaan ini muncul secara bertahap seiring perubahan cara masyarakat memaknai ulang tahun sebagai momen khusus bagi seseorang.
Artikel ilmiah “Happy Children: A Modern Emotional Commitment” dalam Frontiers in Psychology mencatat bahwa perayaan ulang tahun anak mulai semakin umum pada pertengahan abad ke-19. Peter N. Stearns mengaitkan perkembangan tersebut dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kebahagiaan anak. Perayaan pun mulai dilengkapi dengan berbagai hal yang menyenangkan, seperti makanan manis, buah-buahan istimewa, hingga pemberian hadiah.
Kue kemudian tidak hanya berfungsi sebagai makanan. Penelitian “Nutritionally ‘Empty’ but Full of Meanings: The Socio-Cultural Significance of Birthday Cakes in Four Early Childhood Settings” dalam Journal of Early Childhood Research menunjukkan bahwa kue ulang tahun memiliki nilai sosial dan budaya. Kehadirannya menjadi bagian dari ritual yang dilakukan berulang, sehingga anak-anak dapat berbagi pengalaman, berinteraksi, dan merasakan kebersamaan dalam sebuah perayaan.
Tradisi lilin juga ikut memperkuat hubungan antara kue dan ulang tahun. National Geographic dalam artikel “Blowing out birthday candles is surprisingly ancient” menyebutkan bahwa kebiasaan menempatkan lilin pada kue ulang tahun sering dikaitkan dengan tradisi Kinderfest di Jerman. Salah satu catatan dari Swiss pada 1881 bahkan menggambarkan penggunaan lilin di atas kue ulang tahun yang kemudian ditiup sebelum kue disantap.
Hubungan antara lilin ulang tahun dan praktik keagamaan Yunani kuno juga kerap diceritakan. Namun, National Geographic menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak memiliki bukti sejarah langsung yang cukup untuk menyatakan bahwa tradisi meniup lilin pada kue berasal dari persembahan kepada Artemis.
Lama-kelamaan, berbagai unsur tersebut menyatu menjadi ritual yang dikenal sampai sekarang. Kue diletakkan sebagai pusat perayaan, lilin dinyalakan, lagu ulang tahun dinyanyikan, orang yang berulang tahun meniup lilin, lalu kue dipotong dan dibagikan.
Kue akhirnya menjadi simbol ulang tahun bukan karena ada ketentuan khusus yang mewajibkannya. Kebiasaan yang dilakukan terus-menerus membuat kue, lilin, tiupan, dan potongan kue terasa seperti bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan bertambahnya usia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....