Momen Diabadikan, Kenangan Tak Selalu Diingat

  • 14 Jun 2026 10:01 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Galeri ponsel sering kali dipenuhi oleh ribuan foto, mulai dari potret liburan, hidangan yang disantap, pemandangan indah, hingga momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari. Menariknya, sebagian besar foto tersebut hanya tersimpan rapi dan jarang sekali dibuka kembali.

Kemajuan teknologi kamera membuat proses memotret menjadi begitu mudah. Akibatnya, banyak orang terdorong untuk mengabadikan hampir setiap pengalaman yang dianggap berharga. Foto kemudian berfungsi layaknya "arsip kenangan" yang memberikan rasa aman karena momen penting diyakini tidak akan hilang. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan memotret tidak selalu membuat seseorang lebih mudah mengingat pengalaman yang telah dilalui.

Studi berjudul Does Taking Multiple Photos Lead to a Photo-Taking-Impairment Effect? yang diterbitkan dalam Memory & Cognition pada tahun 2022 mengungkap bahwa mengambil banyak foto belum tentu meningkatkan kemampuan mengingat. Dalam penelitian yang dilakukan Julia S. Soares dan Benjamin C. Storm, peserta diminta mengamati sejumlah lukisan dengan tiga perlakuan berbeda, yaitu mengambil satu foto, memotret lima kali, atau hanya melihat tanpa memotret. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang menggunakan kamera justru memiliki ingatan terhadap detail visual yang lebih rendah dibandingkan mereka yang sekadar mengamati. Bahkan, memotret berkali-kali tidak memberikan keuntungan tambahan bagi daya ingat. Para peneliti menjelaskan bahwa saat kamera dipercaya sebagai tempat menyimpan kenangan, otak cenderung mengurangi upayanya untuk merekam informasi secara mendalam.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal Shifting Visual Perspective During Retrieval Shapes Autobiographical Memories di NeuroImage menunjukkan bahwa memori bukanlah salinan peristiwa yang tersimpan utuh di dalam otak. Setiap kali diingat kembali, kenangan sebenarnya dibangun ulang melalui proses rekonstruksi. Peggy L. St. Jacques bersama timnya menemukan bahwa sudut pandang seseorang saat mengingat suatu kejadian dapat memengaruhi detail yang muncul, emosi yang dirasakan, hingga cara memaknai pengalaman tersebut. Foto lama memang dapat membangkitkan kembali ingatan, tetapi kenangan yang hadir tetap dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan perspektif seseorang pada saat mengingatnya.

Kebiasaan menyimpan banyak foto juga mencerminkan upaya manusia untuk menjaga jejak perjalanan hidupnya. Setiap gambar menjadi penanda bahwa seseorang pernah berlibur, merayakan pencapaian, bercengkerama dengan orang terkasih, atau menikmati momen sederhana yang terasa istimewa. Tidak sedikit orang yang baru melihat kembali foto-foto lama saat menerima notifikasi kenangan dari aplikasi atau ketika ruang penyimpanan ponsel hampir penuh.

Meskipun jarang dibuka, ribuan foto yang tersimpan di galeri sering menghadirkan perasaan tenteram. Foto-foto tersebut menjadi pengingat bahwa berbagai potongan kisah hidup masih tersimpan dan dapat dikunjungi kembali kapan saja melalui layar kecil yang ada di genggaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....