Kenali Lingkungan Pertemanan Anak sejak Dini

  • 26 Agt 2026 17:08 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Peran orang tua dalam mengenali lingkungan pertemanan anak menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah perundungan atau bullying sekaligus menjaga kesehatan mental anak. Melalui komunikasi yang terbuka dan perhatian terhadap perubahan perilaku, orang tua dapat mendeteksi lebih dini potensi masalah yang dihadapi anak.

Teman memiliki peran penting dalam kehidupan anak. Selain menjadi teman bermain, lingkungan pertemanan menjadi tempat anak belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan bersosialisasi.

Namun, lingkungan pertemanan yang tidak sehat dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya perundungan. Perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, mempermalukan, mengucilkan, menyebarkan gosip, hingga penghinaan melalui media sosial. Perilaku tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal yang wajar apabila dilakukan berulang kali dan membuat anak merasa takut, sedih, tertekan, atau tidak berdaya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa pengalaman menjadi korban perundungan dapat berdampak terhadap kesehatan mental dan fisik anak, termasuk prestasi belajar serta kualitas hidup di masa depan. Anak yang mengalami perundungan juga berisiko mengalami kecemasan, depresi, gangguan tidur, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga kehilangan rasa percaya diri.

Karena itu, orang tua perlu mengenal siapa saja teman anak, lingkungan tempat anak bermain, serta pola interaksi yang terjadi dalam kesehariannya. Mengenal teman anak bukan berarti membatasi pergaulan, melainkan memastikan anak berada di lingkungan yang aman, positif, dan saling menghargai.

Sejumlah langkah sederhana dapat dilakukan orang tua untuk mencegah perundungan sejak dini. Orang tua dapat mengenali teman-teman anak dan, jika memungkinkan, mengenal orang tua mereka. Komunikasi juga perlu dibangun secara rutin dengan meluangkan waktu untuk berbincang mengenai pengalaman anak di sekolah maupun saat bermain. Dalam berkomunikasi, orang tua disarankan mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi. Sikap tersebut dapat membuat anak merasa aman dan lebih berani menyampaikan persoalan yang dialaminya.

Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan perilaku anak. Keengganan pergi ke sekolah, lebih sering menyendiri, mudah marah, mengalami kesulitan tidur, atau menurunnya prestasi belajar dapat menjadi tanda bahwa anak sedang menghadapi masalah. Selain itu, nilai empati dan sikap saling menghormati perlu ditanamkan sejak dini. Anak belajar dari perilaku orang tua sehingga lingkungan keluarga yang penuh perhatian dan saling menghargai dapat menjadi contoh positif bagi anak.

Jika terdapat dugaan perundungan, orang tua juga perlu segera berkomunikasi dengan pihak sekolah agar persoalan dapat ditangani sedini mungkin. Rumah menjadi tempat pertama bagi anak untuk merasa aman. Komunikasi yang hangat, terbuka, serta dukungan keluarga dapat membantu menjaga kesehatan mental anak dan mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh perundungan.

Dengan mengenal teman dan lingkungan pergaulan anak, orang tua tidak hanya mencegah perundungan, tetapi juga membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, sehat secara mental, serta mampu membangun hubungan pertemanan yang positif.

(Sumber:kemkes.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....