Peran Orang Tua Membentuk Jati Diri Remaja
- 13 Agt 2026 13:03 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Peran orang tua dinilai sangat penting dalam membina remaja yang tengah berada pada masa transisi. Pada fase ini, remaja mengalami berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial, sehingga membutuhkan pendampingan yang tepat dari keluarga. Dikutip dari laman polri.go.id orang tua memiliki peran penting sebagai pendidik, teman, sekaligus panutan bagi anak. Orang tua juga diharapkan mampu membangun komunikasi dua arah yang terbuka, menanamkan nilai agama dan moral, serta memantau pergaulan dan aktivitas digital anak.
Dalam menjalankan perannya sebagai teladan, orang tua perlu menunjukkan perilaku positif yang dapat dicontoh oleh remaja, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati. Sikap orang tua dalam menghadapi berbagai persoalan juga dapat menjadi contoh bagi anak dalam menyelesaikan masalah. Selain menjadi teladan, orang tua perlu memberikan kasih sayang dan dukungan emosional. Perhatian dan rasa aman dari keluarga dapat membantu remaja menghadapi berbagai tekanan, baik dalam lingkungan pertemanan maupun pendidikan.
Orang tua juga perlu menjadi pendengar yang baik. Remaja sering menghadapi konflik batin dan berbagai persoalan dalam proses pencarian jati diri. Karena itu, komunikasi yang terbuka tanpa menghakimi dapat membuat anak lebih nyaman menyampaikan masalah yang sedang dihadapinya. Dalam proses pengambilan keputusan, orang tua sebaiknya memberikan bimbingan tanpa bersikap terlalu otoriter. Remaja perlu diberi kesempatan untuk belajar menentukan pilihan sekaligus memahami risiko dan konsekuensi dari setiap keputusan.
Penanaman nilai agama dan moral juga menjadi bagian penting dalam pembinaan remaja. Nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kedisiplinan perlu ditanamkan melalui nasihat maupun contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, pengawasan dan pemberian batasan tetap diperlukan. Pengawasan bukan berarti mengekang kebebasan anak, melainkan memberikan aturan yang jelas untuk mencegah remaja terjerumus dalam perilaku negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, maupun kenakalan remaja.
| Baca juga: Media Sosial Ubah Cara Anak Muda Berekspresi |
Orang tua juga perlu mendorong kemandirian anak dengan memberikan tanggung jawab sesuai usia. Remaja dapat dilatih untuk mengatur waktu, mengelola keuangan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan dan kewajibannya.
Dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan diri juga tidak kalah penting. Keterlibatan orang tua dalam memantau proses belajar serta mendukung kegiatan positif, termasuk kegiatan ekstrakurikuler, dapat membantu meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri remaja.
Selain itu, orang tua perlu peka terhadap perubahan perilaku anak. Perubahan yang terjadi secara drastis, seperti anak menjadi lebih tertutup, mudah marah, menarik diri dari lingkungan, atau mengalami penurunan prestasi, perlu mendapat perhatian dan ditindaklanjuti melalui komunikasi yang baik maupun konsultasi dengan pihak yang berkompeten.
Dengan keterlibatan aktif, komunikasi terbuka, serta pendekatan yang penuh kasih, orang tua dapat membantu remaja melewati masa transisi dengan lebih baik. Pendampingan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat secara emosional, sosial, moral, dan spiritual.
(Sumber:tribratanews.polri.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....