El Nino: Fenomena Iklim yang Perlu Diwaspadai

  • 21 Agt 2026 19:45 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - El Nino merupakan salah satu fenomena iklim alami yang terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis menjadi lebih hangat dari kondisi normal.Dikutip dari laman wmo.int Fenomena ini merupakan bagian dari pola iklim El Nino–Southern Oscillation (ENSO) dan dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia. El Niño biasanya berlangsung sekitar 9–12 bulan, meskipun durasi dan kekuatannya dapat berbeda pada setiap kejadian.

Di Indonesia, El Nino umumnya berkaitan dengan berkurangnya curah hujan, terutama ketika fenomena tersebut terjadi bersamaan dengan musim kemarau. Dampaknya tidak selalu sama di seluruh wilayah, tetapi kondisi yang lebih kering dapat meningkatkan risiko kekurangan air, kekeringan, gangguan pertanian, serta kebakaran hutan dan lahan.Dilansir dari laman www.bmkg.go.id BMKG juga menekankan bahwa El Nino dan musim kemarau merupakan dua hal yang berbeda; El Nino dapat memperkuat kondisi kering ketika waktunya bertepatan dengan musim kemarau.

Dampak El Nino juga dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Berkurangnya hujan bisa membuat persediaan air menurun, sementara suhu panas dan kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran serta menurunkan kualitas udara. Menurut laman www.who.int Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa kondisi kekeringan yang berkaitan dengan ENSO dapat meningkatkan paparan asap kebakaran, tekanan panas, gangguan ketahanan pangan, serta sejumlah risiko kesehatan lainnya.

Karena itu, masyarakat perlu melakukan langkah sederhana untuk menghadapi periode yang lebih kering. Menghemat penggunaan air, menyediakan cadangan air secukupnya, menjaga lingkungan agar tidak mudah terbakar, menghindari pembakaran sampah atau lahan, serta memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan. Kesiapsiagaan sejak awal penting karena dampak El Nino dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga pertanian dan ketersediaan air.

Menariknya, El Nino bukan berarti seluruh Indonesia akan mengalami kemarau sepanjang tahun. Pengaruhnya dipengaruhi oleh lokasi, musim, kekuatan fenomena, serta interaksinya dengan sistem iklim lainnya. Karena itu, informasi dari lembaga meteorologi tetap menjadi rujukan penting untuk mengetahui kondisi di masing-masing daerah.

Kesimpulannya, El Nino adalah fenomena alam yang tidak dapat kita hentikan, tetapi dampaknya dapat kita antisipasi. Dengan menghemat air, menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, dan mengikuti informasi resmi mengenai cuaca dan iklim, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko yang muncul selama periode El Nino.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....