Mindful Eating Solusi Atasi Stress Eating di Lingkungan Kerja

  • 28 Mei 2026 09:41 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Kebiasaan mencari makanan saat stres kini menjadi fenomena yang umum terjadi di lingkungan kerja. Tekanan pekerjaan, deadline yang menumpuk, hingga kelelahan mental sering kali mendorong pegawai makan secara berlebihan sebagai bentuk pelarian emosional, bukan karena rasa lapar yang sebenarnya.

Jika terus dibiarkan, kebiasaan tersebut dapat memicu pola makan tidak sehat yang berdampak pada kesehatan fisik maupun produktivitas kerja. Selain risiko obesitas dan gangguan pencernaan, pola makan yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan gangguan metabolik.

Selama ini, penyakit akibat kerja lebih banyak dikaitkan dengan paparan infeksi, radiasi, posisi duduk terlalu lama, maupun tekanan stres tinggi. Namun, pola makan pegawai ternyata juga menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian dalam upaya menjaga kesehatan di tempat kerja.

Salah satu pendekatan yang mulai diperkenalkan untuk mengatasi kebiasaan makan akibat stres adalah mindful eating. Dikutip dari laman kemkes.go.id mindful eating merupakan praktik makan dengan kesadaran penuh terhadap sensasi fisik dan emosi saat makan.

Konsep ini mengajak seseorang untuk lebih sadar terhadap rasa lapar, emosi, serta pengalaman saat mengonsumsi makanan. Praktik mindful eating juga berakar dari mindfulness, yaitu kemampuan untuk hadir sepenuhnya pada momen saat ini.

Dalam penerapannya, mindful eating mendorong individu untuk makan secara perlahan tanpa distraksi, mengenali perbedaan antara lapar fisik dan lapar emosional, serta memahami sinyal kenyang dari tubuh.

Banyak orang terbiasa makan sambil bekerja di depan laptop, bermain ponsel, atau menonton. Kebiasaan tersebut membuat tubuh kehilangan kemampuan mengenali rasa kenyang sehingga seseorang cenderung makan berlebihan.

Melalui mindful eating, individu diajak memberi jeda kesadaran sebelum makan. Dengan begitu, keinginan makan akibat stres atau kebosanan dapat dikendalikan melalui respons yang lebih sehat.

Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan antara lain makan tanpa distraksi, memperlambat tempo makan selama 15 hingga 20 menit, serta melibatkan seluruh indera untuk menikmati warna, aroma, tekstur, dan rasa makanan.

Selain itu, pegawai juga disarankan mengenali rasa lapar yang sebenarnya dengan bertanya pada diri sendiri apakah keinginan makan muncul karena lapar atau hanya dipicu stres. Saat stres muncul, seseorang dapat mencoba alternatif lain seperti berjalan singkat atau menarik napas dalam sebelum memutuskan makan.

Penerapan mindful eating juga dapat dimulai dari target kecil, seperti makan tanpa distraksi selama 10 menit setiap hari, minum satu gelas air sebelum makan, hingga mengurangi kebiasaan mengonsumsi camilan saat stres.

Dengan langkah sederhana tersebut, mindful eating dinilai dapat menjadi investasi penting untuk menjaga kesehatan pegawai sekaligus mencegah dampak buruk pola makan tidak terkontrol di masa depan.

(Sumber:kemkes.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....