Renungan Katolik: Allah Kita Bijaksana, Sabar dan Adil, Baiklah Kita juga

  • 19 Jul 2026 11:00 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: Bacaan Injil hari ini,

Minggu 19 Juli 2026, Minggu Biasa XVI, adalah

Matius 13:24-43.

Pada Matius 13:30-31 disebutkan

”Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

Mengutip renungan yang ditulis oleh Pastor Revi Tanod, Pr, dengan judul "Allah Kita Bijaksana, Sabar Dan Adil. Baiklah Kita Juga", Pastor Revi mengatakan bahwa seorang petani sejati seharusnya mencabut ilalang atau rumput yang tumbuh bersama gandum. Tapi mengapa si Petani dalam Injil ini justru membiarkan ilalang tetap tumbuh bersama gandum?

Memang pada awal mula hidupnya, lalang dan gandum tak dapat dibedakan. Apalagi jenis “lalang zizania” yang dipakai Yesus dalam perumpamaan ini, sangat mirip dengan tanaman gandum. Keduanya nanti akan kelihatan bedanya ketika mulai berbuah. Gandum akan kelihatan buahnya, sedangkan lalang tidak akan pernah berbuah.

Kita sering bertanya, mengapa Allah membiarkan kejahatan terjadi dalam dunia? Bukankah akan lebih baik bila dunia ini tanpa kejahatan, atau gandum tanpa ilalang?

Tapi pikiran manusia tidak sama dengan pikiran Allah. Kita tahu dan imani bahwa Allah Bapa kita adalah Allah yang maha bijaksana, maha pengasih, panjang sabar dan melimpah kasih setiaNya. Ia menurunkan hujan bagi orang baik dan orang jahat, bagi yang rajin dan yang malas, demikian juga bagi gandum atau ilalang. Oleh kebijaksanaan Allah semuanya tumbuh bersama.

"Tentu sebagai benih baik yang ditaburkan Allah di dunia, Yesus ingin agar kita semua putra putri Allah fokus pada kebaikan yang ada dalam diri kita dan bukan pada kejahatan di luar sana, agar buah kebaikan kita terus bertambah", kata Pastor Revi.

Ingatlah bahwa Allah kita adil dan bijaksana. Bila keadilan Allah dinyatakan maka Ia akan memisahkan gandum dan ilalang. Yang satu masuk dalam lumbung dan yang lain dibakar.

Teruslah menjadi gandum, dan jangan terpengaruh dengan ilalang. Idealisme iman jangan kalah dengan pragmatisme sempit untuk mencari gampang, main curang, mengambil jalan pintas dan hanya ingin yang menyenangkan hati, lalu melakukan kejahatan dan tipu muslihat. Pada waktunya keadilan Tuhan akan dinyatakan.

Teruslah berbuah kebaikan dan kasih, di manapun kita ditanam.

Selamat Hari Minggu. Bersyukur selalu dan teruslah berbuah kebaikan, salam Pastor Revi menutup renungannya hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....