Benda Kecil yang Sulit Dilepaskan

  • 14 Jun 2026 10:01 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Banyak orang masih menyimpan tiket konser lama, gantungan kunci, kartu ucapan, boneka kecil, hingga bungkus kado di dalam laci atau kotak penyimpanan. Meski terlihat remeh dan nyaris tidak memiliki nilai materi, benda-benda tersebut sering kali sulit untuk dibuang.

Hal ini berkaitan dengan cara manusia membangun hubungan emosional dengan barang yang dimilikinya. Bagi otak, nilai suatu benda tidak semata-mata diukur dari harga atau manfaat praktisnya. Kenangan yang melekat, rasa nyaman, serta kaitannya dengan identitas diri juga turut menentukan seberapa berharga benda tersebut. Semakin kuat makna personal yang disematkan, semakin besar pula keinginan untuk mempertahankannya.

Penelitian berjudul Object Attachment: Humanness Increases Sentimental and Instrumental Values yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Addictions menunjukkan bahwa keterikatan terhadap benda dapat terbentuk karena seseorang memberikan makna khusus pada barang miliknya, bahkan terkadang memandangnya seolah memiliki karakter layaknya manusia. Studi yang melibatkan 331 partisipan ini menemukan bahwa nilai sentimental dan nilai guna yang dirasakan berperan dalam memperkuat ikatan tersebut. Benda tertentu dapat menjadi sumber penghiburan, simbol hubungan dengan orang-orang terdekat, maupun pengingat pengalaman yang pernah dilalui.

Hasil serupa ditemukan dalam jurnal Unpacking the Construct of Emotional Attachment to Objects and Its Association with Hoarding Symptoms yang dipublikasikan dalam Journal of Obsessive-Compulsive and Related Disorders. Penelitian terhadap 532 responden mengungkap bahwa menyimpan barang tidak selalu identik dengan perilaku menimbun. Banyak orang mempertahankan benda-benda tertentu karena dianggap mewakili diri mereka, menyimpan kenangan penting, atau memberikan rasa aman. Dalam konteks ini, benda-benda kecil berfungsi seperti album kenangan yang membantu menjaga keterhubungan dengan masa lalu.

Sementara itu, jurnal Object Attachment as We Grow Older yang diterbitkan dalam Current Opinion in Psychology menjelaskan bahwa ikatan emosional terhadap benda dapat berubah sepanjang perjalanan hidup seseorang. Seiring bertambahnya usia, beberapa barang menjadi penanda identitas, pengingat berbagai fase kehidupan, sekaligus sumber kenyamanan saat menghadapi perubahan. Keterikatan seperti ini dipandang sebagai sesuatu yang alami selama tidak menghambat fungsi dan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, kebiasaan menyimpan benda-benda sederhana tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang terlalu sentimental atau belum bisa melupakan masa lalu. Terkadang, sebuah tiket usang atau surat kecil justru menyimpan cerita tentang orang-orang yang pernah berarti, momen yang membanggakan, dan potongan kenangan yang ingin tetap hidup di dalam ingatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....