Tidur Akhir Pekan Lebih Lama Benarkah Efektif Pulihkan Tubuh

  • 21 Jun 2026 18:29 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Banyak orang memanfaatkan akhir pekan untuk tidur lebih lama sebagai upaya mengganti waktu tidur yang hilang selama hari kerja. Namun, kebiasaan tersebut dinilai tidak sepenuhnya efektif untuk memulihkan fungsi biologis tubuh dan bahkan berpotensi mengganggu irama sirkadian atau jam biologis.

Tidur tambahan pada akhir pekan memang dapat memberikan manfaat tertentu. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu yang tidur lebih lama pada akhir pekan memiliki kemungkinan sekitar 20 persen lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak menambah waktu tidur. Tidur tambahan juga dapat membantu mengurangi sebagian risiko penyakit yang muncul akibat kurang tidur selama hari kerja.

Meski demikian, tidur panjang pada akhir pekan tidak dapat sepenuhnya melunasi utang tidur biologis yang telah menumpuk selama beberapa hari sebelumnya. Tidur yang sangat lama pada Sabtu dan Minggu umumnya hanya membantu mengurangi gejala seperti kantuk dan kelelahan, tanpa sepenuhnya memulihkan berbagai fungsi tubuh yang terganggu akibat kurang tidur kronis.

Kurang tidur diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kardiovaskular. Orang dewasa yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malam lebih berisiko mengalami masalah kesehatan yang memengaruhi jantung, termasuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

Akibatnya, meskipun durasi tidur bertambah, kualitas pemulihan tubuh belum tentu optimal. Bangun terlalu siang juga mengurangi paparan cahaya matahari pagi yang berperan penting dalam mengatur jam biologis tubuh sehingga seseorang lebih sulit kembali ke pola tidur normal saat memasuki hari kerja.

Dampak kurang tidur tidak dapat dipulihkan hanya dalam satu atau dua malam. Kurang tidur yang terjadi berulang kali dapat meningkatkan peradangan tingkat rendah dalam tubuh, mengganggu regulasi gula darah, serta memengaruhi sinyal lapar dan kenyang. Bahkan pada tingkat sel, kurang tidur dapat mengubah pola ekspresi gen dan proses pemulihan jaringan tubuh.

Karena itu, strategi terbaik untuk menjaga kesehatan adalah dengan menghindari penumpukan utang tidur sejak awal. Masyarakat dianjurkan menjaga jadwal tidur dan bangun yang relatif konsisten setiap hari. Jika perlu menambah waktu tidur, penambahan tersebut sebaiknya dilakukan secara moderat dan terencana, bukan dengan tidur berlebihan sebagai bentuk kompensasi pada akhir pekan.

(Sumber:kemkes.go.id)

(Sumber:tribratanews.polri.go.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....