Musik dan Cara Otak Mengingat Masa Lalu

  • 21 Jun 2026 13:13 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Satu lagu lama sering kali mampu menarik seseorang kembali ke periode tertentu dalam hidupnya. Tanpa disadari, playlist musik dapat berfungsi sebagai tempat tersimpannya emosi serta potongan pengalaman yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Musik tidak hanya didengarkan sebagai bunyi, tetapi juga hadir bersama peristiwa yang menyertainya. Ketika sebuah lagu terdengar pada momen penting, otak merekam keterkaitan antara suara, suasana, dan emosi dalam satu kesatuan memori. Karena itu, saat lagu yang sama diputar kembali, yang muncul bukan hanya alunan musiknya, tetapi juga perasaan, atmosfer, hingga detail kecil dari pengalaman masa lalu.

Penelitian dalam jurnal Investigating the Role of Involuntary Retrieval in Music-Evoked Autobiographical Memories yang dimuat di Consciousness and Cognition menunjukkan bahwa musik dapat memicu kemunculan ingatan autobiografis secara spontan. Studi tersebut menjelaskan bahwa musik mampu menghidupkan kembali pengalaman masa lalu yang sarat emosi dan detail, bahkan tanpa adanya usaha sadar untuk mengingatnya. Hal ini terjadi karena musik memiliki keterhubungan erat dengan sistem emosi dan memori di dalam otak, sehingga dapat mengaktifkan kembali pengalaman yang telah lama tersimpan.

Temuan dalam jurnal Music, Memory and Emotion di Journal of Biology juga menegaskan bahwa musik memiliki hubungan kuat dengan emosi yang berperan dalam memperkuat proses pembentukan ingatan. Pengalaman yang disertai musik cenderung lebih mudah diingat karena emosi yang muncul saat mendengarkan lagu memperkuat jejak memori di otak. Musik bahkan dapat menjadi bagian dari identitas seseorang karena sering dikaitkan dengan fase kehidupan tertentu, seperti masa remaja atau peristiwa penting lainnya.

Sementara itu, penelitian dalam jurnal Differential Effects of Familiarity and Emotional Expression of Musical Cues on Autobiographical Memory Properties di Memory & Cognition menemukan bahwa musik yang familiar dan memiliki muatan emosional kuat dapat memunculkan ingatan autobiografis yang lebih detail. Lagu-lagu tersebut mampu mengaktifkan kembali memori tentang tempat, waktu, serta orang-orang yang terlibat dalam suatu pengalaman.

Pada akhirnya, playlist bukan sekadar kumpulan lagu yang diputar berulang. Ia dapat menjadi arsip emosional kehidupan, tempat kenangan tersimpan tanpa disadari, lalu muncul kembali setiap kali musik yang sama terdengar di masa kini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....