Klakson,Dulu di Kapal Kini di Kendaraan

  • 30 Mei 2026 18:38 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Suara klakson yang kini menjadi bagian dari lalu lintas sehari-hari ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada awalnya, alat pemberi peringatan ini digunakan di kapal laut untuk menandai keberadaan kapal lain saat kabut tebal atau jarak pandang terbatas.

Pada abad ke-19, kapal-kapal mengandalkan peluit uap yang menghasilkan bunyi keras agar dapat terdengar dari jarak jauh. Teknologi tersebut kemudian menginspirasi lahirnya klakson pada kendaraan darat seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan kebutuhan akan keselamatan di jalan.

Pada awal abad ke-20, mobil dan sepeda motor menggunakan klakson berbentuk terompet yang dioperasikan dengan pompa udara manual. Pengemudi cukup menekan bagian karet untuk menghasilkan bunyi peringatan. Meski sederhana, perangkat ini dinilai efektif untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain. Seiring kemajuan teknologi, klakson elektrik mulai menggantikan sistem manual karena mampu menghasilkan suara yang lebih kuat, konsisten, dan mudah digunakan. Saat ini, sebagian besar kendaraan bermotor memanfaatkan sistem elektromagnetik untuk menghasilkan suara klakson.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Pengaruh Sumber Arus Listrik Terhadap Nilai Tingkat Suara Klakson Berdasarkan Standar Pengujian UN ECE R28 Part II menunjukkan bahwa kualitas sumber listrik berpengaruh terhadap kestabilan bunyi klakson. Studi yang dilakukan Aziz Basyari dan Sagir Alva menemukan bahwa penggunaan baterai maupun mesin kendaraan tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap tingkat suara klakson berdasarkan standar internasional UN ECE R28. Temuan ini mendukung pengembangan metode pengujian klakson yang lebih efisien dan sesuai standar keselamatan kendaraan.

Perkembangan fungsi klakson juga terlihat dalam penelitian berjudul Rancang Bangun Alat Peringatan Dini Berbasis IoT dan Machine Learning untuk Penyandang Tunarungu dengan Deteksi Suara Klakson Kendaraan. Penelitian tersebut memanfaatkan 4.000 sampel suara, terdiri atas 2.000 suara klakson dan 2.000 suara non-klakson. Sistem yang dikembangkan mampu mengenali suara klakson dengan tingkat akurasi mencapai 99,88 persen sehingga berpotensi membantu penyandang tunarungu mendeteksi keberadaan kendaraan di sekitarnya.

Sementara itu, penelitian Rancang Bangun Alat Bantu Pengujian Suara Klakson Berbasis ESP32 menunjukkan bahwa teknologi modern juga dimanfaatkan untuk meningkatkan akurasi pengujian klakson. Alat yang dikembangkan mampu melakukan pengukuran suara secara otomatis dan menghasilkan data yang lebih konsisten dibandingkan metode manual.

Perjalanan klakson menunjukkan bagaimana sebuah alat sederhana yang awalnya digunakan di kapal laut berkembang menjadi komponen penting dalam sistem keselamatan transportasi modern. Meski teknologinya terus berubah, fungsi utamanya tetap sama, yaitu memberikan peringatan demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....