Isi Bensin Terlalu Penuh ternyata Bisa Berbahaya
- 19 Mei 2026 16:50 WIB
- Manado
RRI.CO.ID,Manado - Banyak pengendara mengira mengisi bensin sampai benar-benar penuh adalah pilihan terbaik agar kendaraan bisa menempuh jarak lebih jauh. Namun ternyata, kebiasaan “top off” atau menambah bensin setelah nozzle pompa otomatis berhenti justru memiliki sejumlah risiko yang jarang diketahui.
Dikutip dari laman garasi.id,tindakan mengisi bensin hingga penuhi ini seharusnya tidak dilakukan karena memiliki resiko seperti dibawah ini:
1.Resiko BBM tumpah dan menguap
Posisi normal pengisian BBM adalah posisi jalan datar sehingga bisa mengisi tangki dalam kondisi full. Tidak ada SPBU yang melakukan pengisian dalam posisi miring, sehingga bisa saja kita mengisi bensin pada posisi penuh sampai menyentuh bibir dan tutup tangki. Namun kamu juga harus menyadari bahwa tidak selamanya jalanan datar bukan, ada yang menanjak ada juga yang bergelombang.
Jika kamu mengisi bensin mobil hingga penuh lalu melewati jalan seperti tersebut maka bensin tentunya akan tumpah,rembes atau menguap. Apalagi jika tutup tangki Sahabat sudah tidak dalam kondisi yang baik (drat aus, berkarat, tidak tertutup rapat). Untuk diketahui,uap bensin juga sangat berbahaya untuk kesehatan. Setiap bensin yang tumpah atau menguap,menjadi faktor penyumbang polusi udara.
2.Beresiko memicu kebakaran
Bensin merupakan salah satu bahan yang mudah terbakar. Ketika mengisi bensin hingga penuh dan (amit-amit) tumpah dan berdekatan dengan sumber api, kita tidak akan bisa mencegah api menjalar ke mobil. Jadi, jangan pernah mengisi BBM hingga penuh bahkan luber ke permukaan.
3.BBM Membutuhkan ruang udara
Mengisi bensin hingga penuh membuat tekanan bensin saat mengembang berkurang. Hal itu dikarenakan di dalam ruang tangki,tidak terdapat cukup udara untuk sirkulasi bensin dan itu sangat berbahaya. Setiap tangki bensin kendaraan selalu dilengkapi dengan lubang hawa.
Lubang ini berfungsi untuk mengurangi tekanan yang dihasilkan BBM saat ada di dalam tangki bensin. Bila seluruh ruang tangki dipenuhi dengan bahan bakar,maka gas yang timbul hasil ekspansi BBM akan keluar dari tangki melalui selang, sehingga BBM terbuang percuma.
Hindari mengisi bensin sampai menyentuh tutup tangki (saat ditutup). Jika ini dilakukan maka artinya ruang udara sudah tidak optimal (sangat sedikit), padahal ruang udara dalam tangki ini berfungsi untuk mengurangi tekanan pada tangki saat bensin mengembang.
Tangki mobil sudah di desain supaya aman termasuk saat pengisian BBM. Jika proses pengisian benar, maka saat bensin menguap, uap bensin akan langsung dikeluarkan melalui selang, supaya aman. Jika ruangan udara dipenuhi dengan bensin, maka pembuangan BBM tidak maksimal sehingga terbuang dengan percuma.
4.Mengisi BBM penuh itu merugikan
Beberapa pompa SPBU sudah dilengkapi dengan detektor bensin otomatis yang mampu menghisap uap bensin pada lubang pengisian BBM yang terisi penuh. Hal ini bertujuan demi keamanan proses pengisian BBM agar tidak meluap, menguap atau bahkan tersulut api dan berpotensi terjadi kebakaran. Namun tentu saja ini merugikan bagi pemilik kendaraan karena pengisian BBM tidak maksimal sedangkan kamu sudah membayar penuh biaya BBM tersebut.
Dari beberapa resiko diatas yang telah dijelaskan, tips yang tepat dalam mengisi BBM seperti memperhatikan indikator dalam mengisi BBM dengan mendengar bunyi "klek" pertama kali pada nozzle artinya tangki BBM kita telah penuh.
Dengan memahami risiko tersebut, kebiasaan sederhana saat mengisi bensin ternyata bisa berdampak besar bagi keamanan, efisiensi kendaraan, dan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....