RHK Jumat, 10 April 2026: Beritakan Injil dengan Sukacita Matius 28:8

  • 10 Apr 2026 17:21 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kabar kebangkitan Yesus Kristus menghadirkan sukacita besar di hati Maria Magdalena dan Maria yang lain. Meski masih tersisa rasa takut, sedih, dan gelisah karena tidak lagi melihat tubuh Yesus di dalam kubur, kebahagiaan atas berita dari malaikat jauh lebih besar memenuhi hati mereka.

Yesus yang mereka pikir telah pergi untuk selamanya ternyata bangkit dari antara orang mati. Kabar ini mengubah duka menjadi sukacita, tangisan kehilangan menjadi harapan baru.

Dalam benak mereka, perpisahan yang terjadi saat Yesus disalibkan dan dikuburkan kini akan berubah menjadi perjumpaan penuh sukacita. Mereka percaya akan melihat Sang Guru kembali.

Karena itu, setelah mendengar perkataan malaikat, kedua perempuan itu segera meninggalkan kubur untuk menemui para murid Yesus. Mereka yang semula datang hanya untuk memberi rempah-rempah pada jenazah Yesus, justru menerima kabar paling ajaib dalam sejarah iman: Kristus telah menang atas maut.

“Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.” (Matius 28:8)

Ayat ini menunjukkan betapa Injil adalah kabar sukacita yang mendorong orang percaya untuk bergerak cepat memberitakannya.

Maria Magdalena dan Maria yang lain pergi sambil berlari. Meski masih ada rasa takut, semangat dan sukacita yang besar membuat mereka penuh antusias untuk segera menyampaikan kabar itu kepada para rasul.

Mereka menjadi orang pertama yang menerima berita kebangkitan, sekaligus yang pertama menyebarkan kabar baik tersebut. Dari kesaksian para perempuan inilah Injil mulai bergerak dan tersebar ke berbagai penjuru.

Tuhan menunjukkan cara-Nya yang ajaib dalam memilih alat untuk pekerjaan besar. Bukan mereka yang dianggap paling kuat atau paling berpengaruh, tetapi mereka yang memiliki hati tulus, setia, dan mengasihi Tuhan.

Kesetiaan Maria Magdalena dan Maria yang lain terlihat sejak masa pelayanan Yesus, saat jalan penderitaan, hingga di depan kubur-Nya. Bahkan ketika orang lain pergi, mereka tetap tinggal dan menunjukkan kasih yang tulus.

Karena kesetiaan itulah Tuhan mempercayakan kepada mereka kehormatan menjadi saksi pertama kebangkitan dan penginjil pertama kabar keselamatan.

Renungan hari ini mengajarkan bahwa Injil harus diberitakan dengan hati yang penuh sukacita, bukan dengan keterpaksaan. Kabar baik tentang Kristus yang bangkit adalah berita kemenangan, sehingga semestinya disampaikan dengan semangat, kegembiraan, dan hati yang tulus.

Dalam kehidupan sehari-hari, memberitakan Injil dapat dimulai melalui kesaksian hidup, perkataan yang membangun, pelayanan kepada sesama, dan kasih yang nyata di tengah keluarga maupun lingkungan sekitar.

Mari belajar dari teladan Maria Magdalena dan Maria yang lain: tetap setia dalam segala keadaan, melayani Kristus dengan tulus, dan memberitakan Injil dengan sukacita.

Sebab ketika Injil diberitakan dengan hati yang bersukacita, nama Tuhan dipermuliakan dan banyak orang dikuatkan dalam iman.

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah bangkit dan memberi kami kemenangan. Tuntun kami agar selalu bersemangat dan bersukacita dalam memberitakan Injil-Mu serta melayani-Mu dalam segala keadaan. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

(Jeff Assa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....