Jabat Tangan, Isyarat Damai sejak Zaman Kuno

  • 28 Apr 2026 11:45 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Belum ada kepastian kapan manusia pertama kali mengenal kebiasaan berjabat tangan. Meski begitu, latar belakang munculnya kebiasaan ini berkaitan dengan kebutuhan akan rasa aman di masa lampau.

Pada zaman kuno, banyak orang membawa senjata di tangan kanan. Ketika bertemu orang asing, mengulurkan tangan kanan yang kosong menjadi tanda bahwa mereka tidak berniat menyerang. Gerakan saling menggoyangkan tangan juga diyakini sebagai cara untuk memastikan tidak ada senjata yang tersembunyi di balik lengan.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Adam Mickiewicz University Press pada 2019, jabat tangan merupakan salah satu gerakan paling awal dalam evolusi manusia, seiring dengan kemampuan berdiri tegak dan menggunakan tangan secara bebas. Adapun jabat tangan tersebut, khususnya tangan kanan, memainkan peran penting dalam interaksi sosial dan komunikasi. Karena itu, jabat tangan memiliki makna positif dalam membangun hubungan, termasuk sebagai simbol perdamaian.

Di sisi lain, penelitian dari Universitas Catania yang dipublikasikan di RUDN University pada 2014 mengaitkan praktik jabat tangan modern dengan tradisi di Yunani Kuno hingga abad pertengahan. Dalam perkembangannya, jabat tangan menjadi lambang kepercayaan, solidaritas, dan keramahan, serta digunakan dalam berbagai situasi seperti perkenalan, sapaan, dan perpisahan.

Dalam seni pemakaman Yunani kuno, jabat tangan dikenal dengan istilah dexiosis, yaitu simbol hubungan antara yang hidup dan yang telah meninggal, bahkan antara manusia dan dewa. Relief pada makam sering memperlihatkan anggota keluarga yang berjabat tangan sebagai tanda perpisahan terakhir sekaligus ikatan yang tidak terputus.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini menyebar ke berbagai peradaban. Bangsa Romawi kuno memaknainya sebagai simbol kesetiaan dan kepercayaan, bahkan menggambarkannya pada koin. Pada masa abad pertengahan, para ksatria berjabat tangan untuk memastikan tidak ada senjata tersembunyi. Hingga kini, jabat tangan tetap menjadi bentuk komunikasi universal yang melampaui perbedaan budaya dan bahasa, serta menjadi simbol kepercayaan dalam hubungan antarmanusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....