Kelelahan Rapat Virtual ternyata Bukan Sekadar Ngantuk

  • 07 Apr 2026 13:36 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Rasa lelah setelah seharian mengikuti rapat virtual ternyata bukan hal sepele. Kondisi ini dikenal sebagai Zoom fatigue, yaitu kelelahan yang muncul akibat terlalu sering melakukan panggilan video. Istilah ini mulai populer sejak masa pandemi ketika banyak orang harus bekerja dari rumah. Dampaknya tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental dan emosional.

Penelitian dari Universitas Stanford menjadi salah satu rujukan utama dalam menjelaskan fenomena ini. Profesor Jeremy Bailenson, direktur Stanford Virtual Human Interaction Lab, mengungkap empat faktor utama penyebab Zoom fatigue. Pertama, kontak mata dengan layar dalam jarak dekat secara terus-menerus membuat mata cepat lelah. Kedua, melihat wajah sendiri tanpa henti di layar menimbulkan tekanan tersendiri. Ketiga, keterbatasan gerak karena harus tetap berada dalam jangkauan kamera. Keempat, meningkatnya beban kognitif karena otak harus bekerja lebih keras untuk memahami dan mengekspresikan isyarat nonverbal seperti anggukan atau gestur tangan.

Menurut jurnal yang diterbitkan dalam Technology, Mind, and Behavior, platform video call memiliki kekurangan desain yang dapat menguras energi mental dan fisik secara bersamaan. Penelitian ini merupakan salah satu studi awal yang mengulas Zoom fatigue secara sistematis dari sudut pandang psikologi, sekaligus mengidentifikasi berbagai dampak dari penggunaan video conference dalam durasi panjang.

Sementara itu, jurnal dalam Computers in Human Behavior Reports mengembangkan alat ukur bernama Zoom Exhaustion and Fatigue Scale. Skala ini menilai kelelahan dalam lima aspek, yaitu kelelahan umum, motivasi, emosi, sosial, dan visual. Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 2.700 responden dan menunjukkan bahwa kelelahan akibat rapat virtual memiliki dimensi yang kompleks.

Penelitian terbaru dari Universitas Zhejiang yang dipublikasikan dalam Scientific Reports menemukan sejumlah faktor yang memperparah kelelahan saat video conference. Di antaranya adalah kompleksitas teknologi, kondisi kesehatan yang kurang baik, sikap negatif terhadap teknologi, tingkat kecemasan saat melihat diri sendiri di layar, serta beban kognitif dalam menyampaikan isyarat nonverbal. Studi ini juga menyarankan beberapa cara untuk mengurangi kelelahan, seperti membiasakan diri dengan aplikasi yang digunakan, sesekali mematikan kamera dan mikrofon, mengubah posisi duduk, serta memperbanyak waktu istirahat.

Untuk mengatasi Zoom fatigue, para ahli merekomendasikan langkah-langkah sederhana. Misalnya, mematikan kamera jika tidak diperlukan untuk mengurangi beban hingga sekitar 50 persen, menggunakan fitur hide self-view agar tidak terus melihat diri sendiri, serta menghindari multitasking selama rapat. Selain itu, penting juga memberi jeda minimal lima menit antar pertemuan dan mengistirahatkan mata dengan melihat objek jauh setiap 20 menit. Dengan kebiasaan ini, tubuh dan pikiran dapat tetap terjaga meskipun harus menjalani banyak rapat virtual setiap hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....