Ini yang Terjadi saat Rutin Mendengar Podcast

  • 21 Mar 2026 13:30 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kebiasaan menyimak podcast yang kian meluas di kalangan anak muda rupanya menyimpan dampak yang jauh lebih besar dari yang selama ini banyak orang kira.

Generasi muda saat ini tidak lagi membatasi diri hanya pada buku pelajaran atau tayangan televisi sebagai pintu masuk ilmu pengetahuan, karena podcast hadir menawarkan pengalaman belajar yang fleksibel dan bisa dinikmati di tengah aktivitas apapun tanpa terikat oleh jadwal tertentu.

Pertumbuhan pendengar podcast sebesar 200 persen di Indonesia dalam kurun 2020 hingga 2023 dengan konten edukasi sebagai salah satu yang paling diminati memperlihatkan betapa seriusnya perubahan ini. Angka tersebut menjadi bukti kuat bahwa podcast telah menjelma bukan sekadar tren musiman, melainkan bagian yang menyatu dengan gaya hidup intelektual anak muda masa kini.

Para ilmuwan telah memberikan perhatian yang cukup mendalam terhadap sejauh mana podcast mampu memperluas wawasan generasi muda. Menurut Jurnal EduCurio: Education Curiosity Volume 3 Nomor 3 yang ditulis oleh Handoko, Samosir, Qur-ani, Andwina, dan Hayatli pada tahun 2025, sebuah penelitian kualitatif yang menyasar mahasiswa bidang kesehatan berhasil membuktikan bahwa podcast dinilai sebagai media yang sangat sesuai dengan karakteristik belajar generasi Z yang sangat mengutamakan kemudahan dan kebebasan dalam mengakses informasi kapanpun mereka menginginkannya.

Jurnal tersebut juga menegaskan bahwa manfaat podcast tidak berhenti pada peningkatan wawasan dan semangat belajar semata, melainkan juga terbukti mampu mendorong perubahan nyata dalam perilaku sehari-hari mahasiswa ke arah yang lebih positif dan lebih baik.

Temuan ini memperkuat keyakinan bahwa podcast bukan sekadar sajian audio untuk menghibur, melainkan sebuah sarana pembelajaran yang sungguh efektif ketika dimanfaatkan dengan niat dan konsistensi yang tepat.

Kajian mengenai dampak podcast terhadap cara berpikir anak muda turut menyentuh aspek yang lebih luas, yaitu pembentukan wawasan kebangsaan yang sangat relevan bagi Indonesia. Menurut Jurnal TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora Volume 2 Nomor 3 yang ditulis oleh Khodijah, Zaki Ferdiansah, Jelita Nur Azizah, Naila Siti Wulandari, dan Maulia Depriya Kembara pada tahun 2024, podcast yang dikelola secara serius dengan konten yang berkualitas terbukti sanggup menumbuhkan rasa kebangsaan pada generasi muda melalui cara penyampaian yang santai namun tetap sarat makna dan nilai.

Jurnal tersebut juga menekankan bahwa anak muda yang rajin menyimak podcast bertema sosial, budaya, dan kebangsaan cenderung tumbuh menjadi pribadi yang lebih peka dan peduli terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kehidupan mereka. Ini membuktikan bahwa podcast memiliki keistimewaan tersendiri dalam menjangkau dan mempengaruhi cara berpikir anak muda tanpa harus mengemas pesannya dalam format yang terasa berat atau membosankan layaknya pelajaran di dalam kelas.

Apabila dikaitkan dengan gagasan bahwa teknologi memiliki kekuatan untuk membentuk pola pikir dan kebiasaan manusia, maka kehadiran podcast sesungguhnya berpeluang besar untuk menggeser dominasi media-media lama seperti siaran radio dan program bincang-bincang di televisi.

Menurut Jurnal Kabilah: Journal of Social Community Volume 8 Nomor 1 yang ditulis oleh Sari dan Sazali pada tahun 2023, sebuah analisis mendalam terhadap pola konsumsi podcast melalui aplikasi Spotify mengungkap bahwa mahasiswa rata-rata menghabiskan waktu antara 30 hingga 90 menit dalam setiap sesi mendengarkan, sebuah durasi yang sesungguhnya cukup panjang untuk menyerap berbagai perspektif dan gagasan baru secara bermakna.

Jurnal ini juga mencatat bahwa mahasiswa umumnya memilih sendiri podcast yang mereka dengarkan berdasarkan kebutuhan dan ketertarikan pribadi mereka, baik untuk tujuan belajar, memperkaya informasi, maupun hiburan yang tetap mengandung nilai. Kemandirian dalam memilih konten inilah yang justru menjadi cerminan nyata dari kedewasaan berpikir yang perlahan terbentuk seiring dengan kebiasaan mendengarkan podcast yang dilakukan secara konsisten.

Kesimpulannya semakin memperjelas bahwa podcast bukan lagi media pinggiran yang bisa diabaikan begitu saja keberadaannya. Anak muda yang menjadikan podcast sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari mereka berpeluang besar untuk tumbuh menjadi individu yang lebih luas wawasannya, lebih tajam cara berpikirnya, dan lebih berani dalam menghadapi ide-ide baru yang mungkin tidak pernah mereka jumpai di bangku pendidikan formal manapun.

Setiap episode yang disimak dengan sungguh-sungguh sesungguhnya sedang menanamkan benih pemikiran yang akan terus berkembang, dan kelak menjadi pondasi bagi lahirnya generasi muda yang lebih cerdas, lebih kritis, dan lebih siap menghadapi kompleksitas dunia yang terus berubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....