Mengapa Hari Agama Sedunia Diperingati Minggu Ketiga Januari?

  • 21 Jan 2026 09:10 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Hari Agama Sedunia diperingati setiap Minggu ketiga bulan Januari. Peringatan ini pertama kali dicetuskan oleh komunitas Baha’i di Amerika Serikat pada tahun 1950-an. Tujuan utamanya adalah mengajak masyarakat dunia untuk saling menghormati perbedaan agama, membangun perdamaian, dan meneguhkan nilai toleransi.

Awalnya, Hari Agama Sedunia diperingati dengan pertemuan sederhana lintas iman. Orang-orang dari berbagai agama berkumpul, berdiskusi, dan berdoa bersama. Dari kegiatan kecil itu lahir gagasan bahwa agama seharusnya menjadi jembatan persatuan, bukan sumber perpecahan.

Pemilihan Minggu ketiga Januari sebagai hari perayaan memiliki makna simbolis. Bulan Januari dianggap sebagai awal tahun yang penuh harapan, sehingga peringatan ini menjadi momentum untuk memulai langkah baru dengan semangat persatuan. Minggu ketiga dipilih agar tidak berbenturan dengan perayaan besar keagamaan lain, sekaligus memberi kesempatan umat beragama untuk berkumpul dalam suasana tenang.

Menurut jurnal Analisa Journal of Social Science and Religion yang berjudul Dialog Antaragama di Indonesia, sejarah Hari Agama Sedunia menunjukkan bahwa pertemuan lintas iman mampu memperkuat solidaritas sosial. Jurnal ini menekankan bahwa sejak awal, peringatan ini berfungsi sebagai wadah untuk mengurangi prasangka antarumat.

Menurut jurnal Harmoni Jurnal Multikultural dan Multireligius yang berjudul Pendidikan Toleransi Sejak Dini, Hari Agama Sedunia juga berkaitan dengan upaya menanamkan nilai toleransi pada generasi muda. Jurnal ini menjelaskan bahwa sekolah dan keluarga berperan besar dalam membangun sikap saling menghormati. Pendidikan sejak dini dianggap sebagai fondasi penting agar anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa perbedaan adalah hal yang wajar dan harus dihargai.

Menurut jurnal Al-Hikmah Jurnal Studi Agama-Agama yang berjudul Toleransi dalam Al-Qur’an dan Tripitaka, ajaran kitab suci dapat menjadi landasan komunikasi antaragama. Jurnal ini menekankan bahwa nilai kasih sayang dan kedamaian adalah inti dari setiap agama. Dengan menekankan ajaran universal tersebut, Hari Agama Sedunia menjadi sarana untuk mengingatkan umat manusia bahwa agama sejatinya mengajarkan perdamaian.

Sejarah dan makna Hari Agama Sedunia mengingatkan kita bahwa perdamaian bukanlah sekadar cita-cita, melainkan hasil dari usaha panjang. Dengan menelusuri akar sejarahnya, kita bisa memahami bahwa peringatan ini lahir dari kebutuhan nyata untuk membangun dunia yang lebih damai. Hingga kini, Hari Agama Sedunia yang jatuh setiap Minggu ketiga Januari tetap menjadi simbol penting persatuan dalam keberagaman dan menjadi ajakan nyata untuk hidup berdampingan dengan penuh toleransi.(Apri Sri Devi Simatupang/LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....