Sejarah Awal Pengucapan Syukur Di Daerah Minahasa Raya

  • 13 Jul 2025 14:30 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado : Pengucapan syukur yang dilaksanakan di daerah Sulawesi Utara atau di tanah Minahasa Raya, sebenarnya merupakan moment bentuk ucapan terima kasih kepada Tuhan atas rejeki dalam bentuk panen yang berlimpah dalam bidang hasil holtikultura bahkan bentuk rejeki lainnya hingga kesehatan dan kesempatan berusaha menikmati berkat Tuhan.

Daerah Sulawesi Utara yang meniliki semboyan hidup Sitou Timou Tumou Tou yang artinya manusia hidup untuk menghidupkan orang lain, mempunyai tradisi turun temurun dari nenek moyang suku Minahasa. Tradisi ini pada awalnya berasal dari ritual Foso Rumages, Foso yang artinya ritual dan Rumages berarti persembahan yang diberikan dengan keutuhan atau ketulusan hati untuk Tuhan Yang Maha Besar.

Jadi tradisi Foso Rumages yang dikutip dari Sejarah Tradisi Pengucapan Syukur Di Minahasa adalah merupakan ritual untuk mempersembahkan hasil panen sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Para leluhur akan melakukan tradisi Foso Rumages pada saat selesai melakukan panen terutama panen padi yang dahulunya panen cengkeh yang luar biasa panen raya, masyarakat akan melakukan tradisi Foso Rumages sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang diberikan Tuhan Yang Maha Besar.

Dalam pelaksanaan tradisi Foso Rumages juga terdapat berbagai bentuk persembahan yang dilakukan seperti menari dan bernyanyi bersama kemudian memasak dalam bambu yang dikhususkan untuk persembahan kepada leluhur sebagai tanda hormat.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman tradisi Foso Rumages mulai hilang atau ditinggalkan, hal itu dikarenakan agama Kristen mulai masuk di tanah Minahasa dan juga beberapa faktor yaitu beberapa tradisi Foso Rumages bertentangan dengan agama Kristen. Tradisi mempersembahkan hasil panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa hingga saat ini masih dilakukan oleh m,asyarakat suku Minahasa yaitu lewat Pengucapan Syukur , walaupun perayaan tradisi tersebut sudah tidak sama lagi dengan tradisi Foso Rumages.Namun maksud dan tujuan dari Perayaan Pengucapan Syukur tetaplah sama yaitu untuk mempersembahkan hasil panen yang telah diberikan oleh Tuhan. Itulah awal mula tradisi pengucapan syukur ini terbentuk dan menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahunnya.

// RIEKE MAMUAJA //

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....