Wisata Bakau to Bakau Probolinggo Ditargetkan Buka Peluang Ekonomi Warga
- 13 Sep 2026 20:16 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo - Pemerintah Kota Probolinggo menyiapkan kawasan mangrove sebagai salah satu destinasi wisata baru yang tidak hanya menawarkan wisata alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan jalur Bakau to Bakau (B to B) yang menghubungkan kawasan mangrove di wilayah Kecamatan Mayangan hingga Pantai Permata Pilang di Kecamatan Kademangan.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama jajaran perangkat daerah meninjau langsung jalur tersebut melalui kegiatan gowes.
Aminuddin mengatakan, jalur sepanjang sekitar lima kilometer itu memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata sekaligus ruang aktivitas masyarakat.
“Hari ini kami meninjau sekaligus mencoba track baru di Kota Probolinggo yang namanya Bakau to Bakau. Jadi dari bakau sebelah timur, kita menyusuri kawasan mangrove sampai ke bakau sebelah barat, hingga ke hutan bakau Pantai Permata. Kurang lebih jaraknya lima kilometer,” ujarnya, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, jalur tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi pesepeda. Kawasan B to B dapat dikembangkan sebagai jalur jogging, jalan santai, maupun aktivitas wisata alam lainnya.
Pengembangan juga akan diarahkan agar masyarakat sekitar ikut mendapatkan manfaat ekonomi. Pemerintah kota berencana melibatkan masyarakat Kelurahan Pilang melalui konsep padat karya, termasuk Pokmas dan Pokdarwis.
“Yang kita bangun bukan hanya fisiknya, tetapi bagaimana masyarakat sekitar juga mendapatkan manfaat. Karena itu nanti akan kita libatkan masyarakat dalam pengembangannya,” kata Aminuddin.
Di Pantai Permata Pilang, pemerintah juga melihat sejumlah kebutuhan yang harus dibenahi, terutama akses menuju bibir pantai dan kondisi anjungan. Jalur menuju pantai masih berlumpur dan sejumlah bagian anjungan membutuhkan perbaikan.
Aminuddin menyebut, jalur menuju kawasan pantai berpeluang diperlebar hingga sekitar lima meter. Pemerintah juga mempertimbangkan pembangunan gazebo sebagai fasilitas pendukung wisata.
Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, pengembangan kawasan mangrove dapat menjadi alternatif destinasi wisata sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
“Tentunya ini juga nantinya akan melibatkan masyarakat dan bisa ikut memutar pergerakan perekonomian masyarakat sekitar,” jelasnya.
Menurut Fitriawati, dukungan anggaran akan diarahkan untuk memperbaiki kawasan mangrove dan menambah sarana prasarana secara bertahap.
Dengan konsep tersebut, Pemkot Probolinggo berharap kawasan mangrove tidak hanya menjadi ruang konservasi dan wisata alam, tetapi juga menjadi ruang produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui aktivitas wisata dan usaha ekonomi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....