Spot Gesang di Museum Musik Dunia Kenalkan Maestro Keroncong
- 22 Agt 2026 18:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Museum Musik Dunia Jatim Park 3 menghadirkan Spot Gesang yang mengenalkan sosok maestro keroncong Indonesia sekaligus pencipta lagu “Bengawan Solo” melalui berbagai koleksi bersejarah. Area ini menjadi salah satu bagian yang menarik dikunjungi dalam rangkaian Merdeka di Jatim Park karena mempertemukan musik, sejarah, dan kebudayaan Indonesia.
Spot Gesang menampilkan sejumlah benda yang berkaitan dengan kehidupan dan perjalanan Gesang, mulai dari blangkon, kopiah, tongkat, hingga becak. Pengunjung juga dapat melihat koleksi alat musik berupa cello, kontra bass, dua kendang, dan biola yang menggambarkan kedekatan Gesang dengan dunia musik.
Gesang lahir di Surakarta pada 1 Oktober 1917 dan meninggal dunia pada 20 Mei 2010. Namanya dikenal sebagai salah satu maestro besar musik keroncong Indonesia, terutama melalui “Bengawan Solo” yang menjadi salah satu karya paling dikenal dalam sejarah musik Nusantara.
Koleksi di Spot Gesang tidak hanya menampilkan sisi Gesang sebagai musisi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kehidupan dan latar budaya yang melekat pada dirinya. Benda-benda seperti blangkon, kopiah, tongkat, dan becak melengkapi instrumen musik sehingga pengunjung dapat mengenal sosok Gesang dari sisi yang lebih luas.
Keberadaan instrumen seperti cello, kontra bass, biola, dan kendang juga memperlihatkan beragam perangkat yang dekat dengan perkembangan musik keroncong. Koleksi tersebut menjadi bagian dari pengalaman pengunjung untuk memahami bahwa perjalanan seorang musisi tidak hanya tercermin melalui karya, tetapi juga melalui benda dan lingkungan yang menyertainya.
Keroncong sendiri merupakan salah satu genre musik yang memiliki perjalanan panjang di Indonesia dan berkembang menjadi bagian dari kebudayaan musik Nusantara. Sosok Gesang memiliki posisi penting dalam perjalanan tersebut, terutama karena karya-karyanya turut memperkenalkan musik Indonesia kepada masyarakat luas.
Momentum kemerdekaan menjadi salah satu konteks yang membuat pengenalan tokoh dan karya budaya Indonesia kembali relevan. Melalui rangkaian Merdeka di Jatim Park, Museum Musik Dunia menghadirkan cerita tentang identitas bangsa bukan hanya melalui sejarah perjuangan, tetapi juga lewat karya seni dan musik yang diwariskan lintas generasi.
Manajer Operasional Museum Musik Dunia, Mulyadi, mengatakan koleksi Gesang dihadirkan untuk mendekatkan masyarakat dengan tokoh dan perjalanan musik Indonesia. “Gesang merupakan salah satu tokoh yang memiliki tempat penting dalam perjalanan musik Indonesia,” ujarnya, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Mulyadi, koleksi yang ditampilkan juga memperlihatkan bagaimana musik keroncong menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. “Melalui koleksi yang kami hadirkan, pengunjung dapat mengenal sosok beliau sekaligus melihat bagaimana musik keroncong menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” katanya.
Bagi pelajar dan keluarga, Spot Gesang dapat menjadi bagian dari kunjungan edukatif untuk mengenal sejarah musik Indonesia secara lebih langsung. Koleksi yang dapat diamati di museum memberikan pengantar mengenai perjalanan seorang musisi, perkembangan keroncong, serta karya yang tetap dikenal hingga lintas generasi.
Kehadiran Spot Gesang juga menunjukkan bahwa wisata edukasi sejarah tidak terbatas pada pembahasan peristiwa politik atau perjuangan di medan perang. Perjalanan bangsa turut tercermin dalam perkembangan seni dan budaya, termasuk musik yang menjadi sarana ekspresi sekaligus bagian dari identitas masyarakat Indonesia.
Spot Gesang pada akhirnya menjadi ruang yang mempertemukan sosok Gesang, perjalanan musik keroncong, dan warisan “Bengawan Solo” dalam satu pengalaman kunjungan. Melalui koleksi benda pribadi dan instrumen musik yang ditampilkan, Museum Musik Dunia menghadirkan cara untuk mengenal sejarah musik Indonesia secara lebih dekat dan kontekstual.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....