Akses Gunung Bromo Kembali Dibuka usai Nyepi

  • 20 Mar 2026 17:11 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Usai penutupan hari raya Nyepi, akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo di wilayah Kabupaten Probolinggo dibuka kembali mulai Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura.

Sebelumnya, penutupan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Nomor 604/SE/PHDI-KAB/II/2026. Penutupan dijadwalkan berlangsung mulai Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.

Selama periode tersebut, seluruh aktivitas wisata menuju kawasan Bromo dihentikan total guna menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi oleh masyarakat Tengger. Selain itu, momentum ini juga memberikan kesempatan bagi umat Muslim, khususnya pelaku wisata, untuk melaksanakan ibadah Idulfitri dan bersilaturahmi bersama keluarga.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Her Mulyadi melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Umi Subiyantiningsih mengatakan, penutupan ini merupakan bentuk toleransi antar umat beragama sekaligus upaya menjaga kekhusyukan ibadah.

“Penutupan akses wisata ini adalah bentuk penghormatan terhadap masyarakat Tengger yang melaksanakan Hari Raya Nyepi agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Di sisi lain, kami juga memberikan kesempatan bagi para pelaku wisata yang merayakan Idulfitri untuk melaksanakan ibadah dan berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak berkunjung pada tanggal penutupan, karena seluruh akses dipastikan tidak dapat dilalui untuk kegiatan wisata.

Umi menambahkan, wisatawan yang berencana berkunjung setelah pembukaan kembali pada 21 Maret 2026 siang disarankan untuk melakukan pemesanan tiket secara daring lebih awal, mengingat biasanya terjadi lonjakan kunjungan pasca penutupan.

Ia berharap masyarakat dapat memaknai momentum Nyepi dan Idulfitri sebagai ajang memperkuat toleransi dan kebersamaan.

“Semoga momen suci ini membawa kedamaian, mempererat rasa saling menghormati serta memberikan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....