Okupansi Desember 2025 di Kota Batu 60 Persen
- 29 Des 2025 12:27 WIB
- Malang
KBRN, Batu : Tingkat hunian hotel di Kota Batu belum mengalami peningkatan berarti selama libur Natal dan Tahun Baru. Hingga penghujung Desember, okupansi masih bertahan di kisaran 60 persen.
Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menyebut capaian tahun ini cukup berat. Target hunian 90 persen pada malam Natal tidak tercapai, karena realisasi hanya berada di rentang 60 hingga 70 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan tantangan nyata sektor perhotelan tahun ini. "Meski demikian, tingkat hunian relatif stabil sepanjang 25 hingga 28 Desember 2025, dengan rata-rata okupansi harian tetap di angka sekitar 60 persen," ujarnya.
Kondisi serupa juga terjadi pada pemesanan kamar menjelang malam pergantian tahun. Hingga saat ini, reservasi hotel untuk malam Tahun Baru masih berada di kisaran 60 persen dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Sujud mengakui angka tersebut masih jauh dari target ideal. Namun, pihaknya tetap berharap okupansi dapat meningkat mendekati 90 persen saat malam Tahun Baru.
Ia menilai perlambatan ekonomi nasional menjadi salah satu faktor utama. Daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah, dinilai mengalami penurunan dan berdampak pada sektor pariwisata.
Sujud mencontohkan data Gaikindo yang menunjukkan penjualan mobil secara tahunan turun sekitar 10 persen, sementara penjualan sepeda motor justru meningkat. Kondisi itu mengindikasikan adanya pergeseran kelas ekonomi, di mana kelompok menengah cenderung turun ke segmen bawah.
Perubahan tersebut turut memengaruhi pola belanja wisatawan, termasuk dalam memilih akomodasi. Selain faktor ekonomi, Sujud juga menyoroti maraknya vila sebagai akomodasi alternatif di Kota Batu.
Ia menjelaskan vila berada di luar naungan PHRI dan memiliki asosiasi tersendiri, yakni Indonesia Homestay Association. Perkembangan vila, menurutnya, merupakan konsekuensi dari tingginya permintaan kamar hotel pada masa sebelum pandemi.
Namun saat ini, pasokan vila justru dinilai berlebih. Kondisi tersebut memicu persaingan harga yang ketat, bahkan antar vila sendiri, sehingga berdampak langsung pada sektor perhotelan.
Akibat pasokan yang melimpah, hotel kesulitan menaikkan tarif kamar, termasuk pada momen puncak seperti malam Tahun Baru.
Meski demikian, Sujud menegaskan Kota Batu tetap memiliki posisi kuat sebagai destinasi wisata keluarga. Pada hari besar dan libur panjang seperti Nataru dan Lebaran, Batu masih menjadi pilihan utama wisatawan untuk menginap, berbeda dengan Malang yang lebih diminati wisatawan mancanegara pada hari biasa karena wisata heritage.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....