Program Pondok Wisata Jadi Prioritas Disparta Kota Batu

  • 19 Agt 2026 11:54 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - Program Pondok Wisata menjadi salah satu program prioritas Dinas Pariwisata Kota Batu untuk memperkuat konsep pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism. Program ini diarahkan agar aktivitas wisata tidak hanya memberikan pengalaman menginap bagi wisatawan, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian warga.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan Pondok Wisata dikembangkan sebagai bentuk homestay berbasis masyarakat yang mengedepankan pengalaman autentik. “Terkait program Pondok Wisata atau homestay berbasis masyarakat, ini adalah salah satu program prioritas kami untuk memperkuat Community Based Tourism,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).

Untuk mendukung program tersebut, Disparta Kota Batu melaksanakan bimbingan teknis dan pelatihan bagi pengelola Pondok Wisata. Pelatihan tersebut diarahkan pada tata kelola serta standar pengelolaan agar Pondok Wisata yang dikelola masyarakat memenuhi ketentuan pelayanan pariwisata.

Konsep Pondok Wisata di Kota Batu juga mengutamakan pengalaman tinggal bersama masyarakat lokal atau live-in experience. Wisatawan tidak hanya menyewa kamar, tetapi dapat menikmati hidangan khas desa sekaligus merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Batu.

Dari sisi kualitas layanan, Disparta memfasilitasi sertifikasi serta pelatihan mengenai kebersihan, sanitasi, dan standar hospitality. Upaya tersebut dilakukan agar Pondok Wisata masyarakat mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan dengan tetap mempertahankan karakter dan kehangatan lokal.

Selain penginapan, Pondok Wisata diintegrasikan dengan berbagai aktivitas wisata yang tersedia di desa. Wisatawan dapat mengikuti kegiatan seperti edukasi pertanian, menikmati produk olahan UMKM, hingga menyaksikan atraksi budaya lokal.

Menurut Onny, integrasi tersebut membuat aktivitas wisata tidak berhenti pada transaksi akomodasi. “Jadi, wisatawan dapat pengalaman yang berkesan, dan pendapatan pariwisata berputar langsung di kantong masyarakat desa,” katanya.

Dengan model tersebut, Pondok Wisata menjadi bagian dari ekosistem pariwisata berbasis masyarakat yang menghubungkan penginapan, aktivitas warga, produk UMKM, pertanian, dan budaya lokal. Program ini sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam rantai ekonomi pariwisata Kota Batu.

Program Pondok Wisata Kota Batu saat ini mencakup penguatan kapasitas pengelola melalui pelatihan, peningkatan standar kebersihan dan hospitality, fasilitasi sertifikasi, serta integrasi dengan paket aktivitas wisata desa. Skema tersebut menempatkan warga sebagai pelaku utama yang menyediakan akomodasi sekaligus pengalaman wisata, sehingga manfaat ekonomi dari kegiatan pariwisata dapat berputar di lingkungan masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....