UPM Hadirkan Teknologi Tepat Guna, Bantu UKM Petis Kejar Permintaan Pasar

  • 18 Jul 2026 11:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Permintaan petis erok-erok ikan di Kabupaten Probolinggo terus menunjukkan tren positif, terutama saat momen hari besar keagamaan. Namun, keterbatasan proses produksi yang masih dilakukan secara manual membuat pelaku usaha belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo menghadirkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas produk.

Program tersebut diwujudkan melalui penerapan mesin pengaduk otomatis dan pembaruan sistem pengemasan pada UKM Petis EROKO di Kabupaten Probolinggo. Inovasi ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didukung Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun 2026.

Kabupaten Probolinggo memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar sehingga melahirkan beragam produk olahan khas, salah satunya petis erok-erok ikan. Produk tersebut memiliki kandungan gizi yang tinggi dan menjadi salah satu komoditas yang diminati masyarakat.

Saat ini UKM Petis EROKO mampu memproduksi sekitar 550 kemasan per hari dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Permintaan pasar bahkan meningkat sekitar 20 hingga 30 persen pada periode tertentu, seperti hari raya keagamaan. Namun, keterbatasan alat produksi membuat kapasitas yang tersedia belum mampu mengimbangi peningkatan permintaan tersebut.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Moh. Iskak Elly, S.E., M.M., mengatakan pemanfaatan teknologi tepat guna menjadi solusi agar pelaku UMKM mampu meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan kualitas produk.

"Kami ingin mendorong UKM Petis EROKO agar mampu bertransformasi menjadi usaha yang lebih modern, higienis, dan berdaya saing. Melalui penerapan teknologi dan penguatan manajemen, kami optimistis kapasitas produksi dan kualitas produk dapat meningkat secara signifikan," ujarnya kepada RRI, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, penggunaan mesin pengaduk otomatis diharapkan mampu mempercepat proses produksi, menghasilkan adonan yang lebih homogen, serta mengurangi ketergantungan terhadap proses manual yang selama ini membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

Selain penerapan teknologi, tim pengabdian juga melakukan penyempurnaan sistem pengemasan agar produk lebih higienis dan memiliki mutu yang lebih konsisten. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk olahan perikanan asal Probolinggo.

Melalui program ini, UPM mendorong hasil riset perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan pelaku UMKM. Sinergi antara dunia akademik dan pelaku usaha diharapkan mampu mempercepat modernisasi industri pangan skala kecil sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....