Menguatkan Siaran Sehat untuk Indonesia
- 18 Sep 2026 10:38 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Radio Republik Indonesia (RRI) terus berupaya menghadirkan ruang publik yang sehat melalui program-program siaran yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi dan menyampaikan berbagai persoalan secara langsung. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara Dialog Asta Cita bertajuk “Menguatkan Siaran Sehat untuk Indonesia.”
Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), DR. Dra. Frida Kusumastuti, M.I., menilai program Halo RRI menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya ruang publik yang sehat bagi masyarakat.
Menurut Frida, kekuatan program tersebut terletak pada interaksi langsung antara masyarakat, penyiar, dan pejabat publik. Masyarakat dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sekaligus memperoleh jawaban dari narasumber yang kompeten.
“Sehat ruang publiknya karena interaksi publiknya, di mana penyiar menghubungkan kepada pejabat publiknya. Masyarakat bisa menyampaikan persoalan dan mendapatkan jawaban yang kompeten, dan itu tidak didapatkan di media lain karena bisa cepat,” ujar Frida, Kamis (17/9/2026)
Selain menghadirkan ruang interaksi, Frida menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dalam setiap program siaran. Menurutnya, format talkshow yang menghadirkan dialog secara terbuka dan tidak memojokkan menjadi salah satu keunggulan yang dapat terus dikembangkan oleh RRI.
“Sehat komunikasinya. Acara talkshow ada dialog yang sehat, tidak memojokkan, tidak menghina. Ini yang bisa diraih oleh RRI,” katanya.
| Baca juga: Jumat yang Menghapus Jejak Dosa |
Frida juga menyoroti kondisi komunikasi di media sosial yang tidak selalu berlangsung secara sehat. Interaksi di media sosial kerap diwarnai saling mengejek atau olok-olok, sehingga diperlukan ruang komunikasi yang memiliki pengawasan dan tetap mengedepankan etika.
“Di sosial media saja komunikasinya kadang tidak sehat, saling olok-olok. Tapi di RRI kan ada pengawasannya,” tutur Frida.
Ia menambahkan, konsep siaran sehat tidak hanya berkaitan dengan kualitas informasi yang disampaikan, tetapi juga bagaimana media memberikan ruang kepada masyarakat untuk berpartisipasi serta menciptakan dialog yang konstruktif.
“Sehat informasinya, sehat ruang publiknya di mana masyarakat diberi tempat dan sehat komunikasinya, dialog yang bagus, dialog yang bermanfaat,” pungkasnya.
Melalui penguatan siaran yang sehat, RRI diharapkan dapat terus menjadi ruang komunikasi publik yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi, menyampaikan aspirasi, sekaligus mendapatkan respons dari pihak yang memiliki kewenangan secara cepat dan berimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....