RRI.CO.ID, Malang - Ustazah Hajjah Dewi Latifa kembali hadir dalam Program Mutiara Pagi RRI Malang yang mengupas amalan-amalan sederhana namun memiliki keutamaan besar dalam melebur dosa. Dalam suasana kajian yang hangat yang digelar Senin (27/4/2026) pagi, beliau mengingatkan bahwa Allah SWT telah memberi banyak jalan bagi hamba-Nya untuk membersihkan diri setiap hari melalui ibadah yang istiqamah. “Salat lima waktu itu seperti mandi lima kali sehari, tidak ada kotoran yang tersisa bila dijaga dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Menurut Ustazah Dewi, salat lima waktu bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana penyucian jiwa. Jarak antara satu salat dengan salat berikutnya menjadi penghapus dosa-dosa kecil selama seseorang menjauhi dosa besar. Analogi mandi lima kali sehari menjadi gambaran bahwa ibadah rutin mampu membersihkan hati dari noda-noda yang menempel akibat kelalaian sehari-hari.
Beliau juga menyoroti keutamaan hari Jumat bagi kaum laki-laki. Mandi Jumat, berangkat lebih awal ke masjid, dan berjalan kaki menuju salat Jumat disebut memiliki pahala berlipat. “Setiap langkah menuju masjid pada hari Jumat dicatat sebagai amal besar. Jangan sampai kesempatan ini disia-siakan,” tuturnya. Ustazah menekankan agar umat Islam datang sebelum khatib naik mimbar agar catatan amalnya sempurna.
Bagi perempuan, hari Jumat juga menjadi ladang pahala tersendiri. Ustazah menganjurkan untuk memperbanyak selawat, khususnya membaca selawat umi sebanyak 80 kali ketika para lelaki menunaikan salat Jumat. “Perempuan juga punya pintu kemuliaan di hari Jumat, salah satunya lewat zikir dan selawat,” katanya. Beliau menambahkan, menyambut suami yang pulang dari salat Jumat dengan penuh hormat juga bernilai ibadah besar.
Di akhir siaran, Ustazah Dewi mengajak pendengar untuk tidak menyepelekan amalan kecil. Senyum tulus kepada keluarga, menyingkirkan gangguan di jalan, hingga istigfar yang diucapkan dengan hati yang hadir, semuanya dapat menjadi pelebur dosa. “Jangan menunggu amalan besar, kadang Allah membukakan surga melalui amal yang kita anggap sederhana,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....