Zikir Fleksibel, Ustazah Rukmini Jawab Beragam Pertanyaan Pendengar
- 30 Jun 2026 12:54 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kesibukan bekerja sering kali menjadi alasan sebagian orang tidak sempat memperbanyak zikir. Ada pula yang masih ragu mengenai tata cara berzikir, doa-doa tertentu, hingga hukum beberapa amalan yang sering dilakukan masyarakat. Berangkat dari keresahan tersebut, sesi tanya jawab dalam program Mutiara Pagi RRI Malang, Rabu (3/6/2026) menghadirkan berbagai penjelasan praktis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menjawab pertanyaan pendengar, Ustazah Dra. Hj. Rukmini Amar, M.AP. menegaskan bahwa zikir tidak dibatasi oleh tempat maupun aktivitas. Menurutnya, seseorang tetap dapat memperoleh pahala meski hanya memiliki waktu singkat karena harus segera berangkat bekerja.
"Kalau memang terburu-buru bekerja, zikir yang singkat tetap bernilai pahala. Zikir bisa dilakukan sambil bekerja, dalam perjalanan, berdiri maupun duduk. Yang terpenting adalah istiqamah mengingat Allah," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ustazah Rukmini juga meluruskan anggapan mengenai bacaan surah tertentu yang dianggap memiliki waktu khusus tanpa dasar dalil. Ia menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an kapan saja merupakan amalan yang baik, selama dibarengi dengan pemahaman terhadap maknanya sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan.
| Baca juga: Menata Ibadah dan Tanggung Jawab Sosial |
"Membaca Al-Qur'an tentu baik kapan pun waktunya. Namun jangan hanya dijadikan formalitas atau mantra, yang lebih penting adalah memahami isi dan mengamalkan kandungannya," ujarnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai ukuran "banyak berzikir", Ustazah Rukmini mengatakan bahwa esensinya bukan sekadar menghitung jumlah bacaan. Menurutnya, seseorang yang selalu mengingat Allah hingga terhindar dari perbuatan maksiat juga termasuk orang yang banyak berzikir.
"Pedagang yang jujur karena ingat kepada Allah, anak muda yang mampu menahan diri dari kemaksiatan karena takut kepada Allah, itu semua adalah bentuk nyata dari zikir," tuturnya.
Di akhir sesi, Ustazah Rukmini mengingatkan bahwa ilmu agama perlu dipelajari secara utuh agar masyarakat tidak mudah salah memahami suatu amalan. Ia berharap zikir tidak hanya menjadi rutinitas setelah salat, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap, bekerja, dan berinteraksi dengan sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....