Menata Ibadah dan Tanggung Jawab Sosial

  • 17 Feb 2026 22:15 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Ibadah tidak hanya dimaknai sebagai hubungan vertikal kepada Allah, tetapi juga harus tercermin dalam sikap sosial sehari-hari. Hal itu disampaikan Ustazah Hj. Dewi Latifah dalam dialog interaktif Mutiara Pagi di RRI Malang, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, kualitas ibadah seseorang akan terlihat dari cara ia memperlakukan orang lain. “Percuma rajin salat dan berdoa, tetapi masih menyakiti sesama atau mengabaikan tanggung jawab. Ibadah itu harus berdampak pada akhlak,” ujarnya

Ia menekankan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam urusan utang piutang. Ustazah Dewi mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh kewajiban membayar utang. “Meminjam itu amanah. Kalau tidak ada niat mengembalikan, itu sudah termasuk perbuatan zalim,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak umat untuk memperbanyak istigfar dan selawat sebagai cara membersihkan hati. Menurutnya, hati yang bersih akan memudahkan seseorang untuk bersikap sabar, jujur, dan rendah hati dalam berinteraksi.

Menjawab pertanyaan pendengar mengenai doa menggunakan bahasa Indonesia, ia memastikan hal itu diperbolehkan. “Allah Maha Mengetahui segala bahasa. Yang terpenting adalah ketulusan dan kesungguhan hati dalam berdoa,” katanya.

Di akhir dialog, Ustazah Dewi menegaskan bahwa ukuran keberhasilan ibadah bukan pada banyaknya amalan, melainkan perubahan sikap yang lebih baik. “Kalau setelah beribadah kita menjadi lebih jujur, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab, berarti ibadah itu benar-benar membekas dalam diri kita,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....