Buang Keunggulan 3-1, Marcos Santos Kecewa Arema FC Lepas Dua Poin di Makassar
- 13 Sep 2026 19:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pelatih Arema FC Marcos Santos kecewa timnya gagal mempertahankan keunggulan setelah bermain imbang 3-3 melawan PSM Makassar pada pekan kedua Super League 2026/2027, Minggu (13/9/2026).
Arema sempat unggul 3-1. Namun, PSM mampu mencetak dua gol balasan hingga pertandingan berakhir tanpa pemenang.
Marcos menilai hasil tersebut terjadi akibat kesalahan timnya sendiri. Ia mengaku telah menegur para pemain karena Arema seharusnya tidak kehilangan keunggulan ketika sudah berada dalam posisi unggul dua gol.
“Kami tidak boleh unggul 3-1, sudah berada di depan, lalu pada akhirnya memberikan pertandingan seperti ini. Para pemain menjalankan apa yang sudah kami kerjakan dan latih, kami bisa membuka keunggulan. Tetapi kami yang ingin bersaing di papan atas tidak boleh kehilangan dua poin seperti sekarang karena kesalahan kami sendiri,” kata Marcos.
Pelatih asal Brasil itu tetap memberikan kredit kepada PSM yang tidak menyerah sepanjang pertandingan. Menurutnya, tim tuan rumah merupakan tim bagus dan terlatih dengan baik.
Namun, Marcos menegaskan Arema seharusnya mampu mengamankan kemenangan. Ia menyesalkan dua gol yang bersarang setelah timnya unggul 3-1.
Selain itu, Marcos juga menyinggung satu insiden terhadap Gabi di kotak penalti PSM. Menurutnya, wasit atau perangkat VAR seharusnya dapat mengambil tanggung jawab untuk meninjau kemungkinan pelanggaran tersebut.
Meski demikian, ia tidak menjadikan insiden tersebut sebagai alasan utama hasil imbang. Marcos menilai Arema memiliki peluang untuk menyelesaikan pertandingan lebih cepat dengan mencetak gol keempat.
Dalam laga tersebut, Arema memang menerapkan permainan transisi. Strategi itu disiapkan setelah Marcos memperkirakan PSM akan melakukan perubahan dengan memasukkan lebih banyak pemain menyerang.
“Rencana permainan memang seperti itu, memanfaatkan transisi dan mencoba menyelesaikan pertandingan. Kami punya mungkin dua atau tiga peluang untuk mencetak gol keempat, tetapi kami tidak melakukannya,” ujarnya.
Marcos mengatakan kegagalan mencetak gol keempat kemudian diikuti menurunnya konsentrasi tim. Arema akhirnya dihukum dengan dua gol balasan hingga kemenangan yang sudah berada di depan mata berubah menjadi hasil imbang.
“Kami mengendur dalam konsentrasi dan dihukum dengan dua gol hingga pertandingan berakhir imbang. Kami pulang dengan rasa pahit karena sebenarnya kami bisa menang,” pungkas Marcos.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....