Waspadai Transisi Cepat PSM, Marcos Santos Bidik Poin untuk Arema FC di Makassar

  • 12 Sep 2026 14:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Arema FC membidik poin saat menghadapi PSM Makassar dalam lanjutan kompetisi Super League 2026/2027. Singo Edan dijadwalkan melawan Juku Eja pada Minggu (13/9/2026), Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai permainan transisi cepat yang menjadi salah satu kekuatan tuan rumah.

Marcos mengatakan telah mempelajari permainan PSM, termasuk dari pertandingan yang telah dijalani tim Juku Eja sebelumnya. Menurut dia, PSM memiliki sejumlah pemain yang mampu bergerak cepat saat melakukan transisi.

Karena itu, Arema FC harus mempersiapkan pertandingan dengan baik untuk meredam kekuatan lawan sekaligus membuka peluang membawa pulang poin dari Makassar.

Marcos juga menilai PSM tampil lebih kuat dibandingkan musim lalu. Menurutnya, tim asal Makassar itu mampu mempertahankan sejumlah pemain dari musim sebelumnya sekaligus mendatangkan pemain baru dengan karakter yang sesuai kebutuhan kompetisi.

Ia menambahkan, PSM juga ditangani pelatih yang telah memahami karakter kompetisi dan mengenal kondisi sepak bola Indonesia.

Menurut Marcos, kombinasi tersebut membuat PSM menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan sepanjang musim.

“Ini tim yang bagus dan sangat kuat. Mereka mempertahankan basis tim musim lalu yang sudah bagus dan mendatangkan pemain-pemain bagus dengan karakter penting untuk liga,” ujar Marcos.

Meski mengakui kekuatan lawan, pelatih asal Brasil itu menegaskan Arema FC telah mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan tersebut.

Selain persoalan teknis, laga kali ini juga berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion akibat sanksi yang diterima PSM. Kondisi tersebut mendapat perhatian Marcos.

Ia mengaku kurang menyukai pertandingan tanpa penonton. Menurutnya, kehadiran suporter merupakan bagian penting dari atmosfer sepak bola.

Bahkan, Marcos menyebut pertandingan dengan kehadiran pendukung lawan tetap lebih menarik dibandingkan laga yang dimainkan di stadion tanpa penonton.

“Kami suka melihat suporter hadir di stadion. Kami bermain sepak bola untuk itu. Saya lebih memilih stadion tetap penuh, meski dengan suporter lawan, karena itu bisa memberikan motivasi untuk pertandingan,” katanya.

Marcos menilai atmosfer suporter merupakan salah satu elemen yang membuat pertandingan sepak bola lebih hidup. Namun, kondisi tanpa penonton tidak mengubah fokus utama Arema FC.

Tim Singo Edan tetap harus menghadapi karakter permainan PSM yang mengandalkan transisi cepat dan memanfaatkan setiap peluang di hadapan pendukung lawan.

Bagi Arema FC, laga di Makassar menjadi ujian untuk membuktikan kesiapan tim menghadapi salah satu lawan yang dinilai Marcos memiliki kekuatan lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.

“Kita harus mempersiapkan diri dengan baik untuk mencoba mendapatkan poin dari sini,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....